Zaenab Zuraidah Latif, SE: “Kebudayaan Daerah Aset Berharga”

 203 total views

KETUA Dewan Budaya Kabupaten Bangkalan, Zaenab Zuraidah Latif, SE memberikan materi sekaligus membuka kegiatan Diskusi Budaya dalam Rangka Pembinaan Tenaga Kebudayaan Pengenalan dan Pelestarian Kebudayaan Daerah Bangkalan, Kamis (18/3/21) di Gedung Merdeka Bangkalan.

Zaenab yang dikenal sebagai Srikandi Bangkalan menjadi narasumber bersama pegiat budaya dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Rosul, S.Sos.

Kegiatan ini hadiri juga Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Mohammad Hasan Faisol, S.STP, MM, Pegiat Sejarah RP. Hamid Mustari, Hidrochin Sabaruddin, Pemerhati Budaya Rr Supik Amin, dan Seniman Bangkalan Sudarsono.

Baca Juga:  Komitmen Ketua FOKAN Jawa Timur dan Bupati Jombang di HANI 2020 #HIDUP100%
Baca Juga:  Aktivitas Super Padat Istri Bupati Bangkalan dalam Wujudkan Desa Sejahtera

Zaenab mengatakan, kebudayaan daerah adalah kebudayaan tradisional yang dimiliki setiap daerah dan suku yang ada di Indonesia. Kebudayaan daerah merupakan aset yang berharga serta memiliki ciri dan identitas yang berfungsi sebagai pemerkaya dan pemersatu keragaman budaya.

“Kebudayaan daerah dapat memberikan andil yang sangat besar dalam pembentukan jati diri bangsa,” kata Zaenab yang juga istri Bupati Bangkalan.

Sosok yang akrab disapa Zaezura ini berharap seluruh pelaku seni budaya yang ada di Kabupaten Bangkalan bisa melestarikan budaya yang ada di Bangkalan, mulai dari prilaku atau akhlaq, dimana tata krama dan sopan santun masyarakat Kabupaten Bangkalan-Madura dikenal orang yang baik berakhlaq, semakin tergerus dengan berkembangnya zaman.

“Jadi mari kita eratkan bersama berbudaya yang baik dan berakhlaq harus kita kuatkan dalam pondasi akhlaq, sehingga pelaku seni budaya saling menghormati dalam sudut pandang yang berbeda, karena kita sebagai pelaku sejarah (budayawan) tidak hidup di zamannya,” katanya.

Menurutnya, timbulnya rasa persatuan ingin melestarikan budaya baik akan muncul dengan tidak meremehkan satu sama lain, tidak menyakiti sesama manusia dan makhluk yang tak nampak.

“Adanya kegiatan ini untuk melestarikan budaya daerah agar tidak hilang dan diklaim pihak asing, memperkenalkan budaya kepada generasi penerus sehingga budaya daerah tetap lestari dan terdatanya oleh kebudayaan yang ada di daerah,” tutup Zaenab. Waid/MCM – Bangkalan

Komentar Anda
+1
1
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0