Yang Tersisa Dari Pekan Orientasi Pegawai P3K Kabupaten Talaud

Bhayangkara Nusantara

E2L, sapaan akrab Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud ternyata adalah pribadi yang tak segan-segan mengakui dan mengungkap bahwa dia bukanlah sosok manusia yang sempurna, kala mengingat dirinya pernah kesandung masaalah korupsi, adalah masa kelam yang pernah dialaminya.

Akan tetapi hal itu tidak membuatnya jatuh dan jatuh lagi atau patah arang dan kehilangan asa, kisah pahit itu membuat dirinya berbenah dan menjadikan sebagai sebuah pelajaran serta pengalaman berharga untuk memeriksa diri, menjadi pribadi yang dewasa, matang, bijak tapi juga menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya dan tidak akan terjebak lagi pada perbuatan yang sama.

Hal itu di utarakannya saat pembukaan orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) khusus guru, dilanjutkan dengan pembekalan dan pemberian materi seputar pemahaman tentang Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang digelar di Swiss Bell Hotel, Selasa (7/11).

Pengakuan itu tidak lain datangnya dari pemilik nama lengkap Dr. dr. Elly Engelbert Lasut, ME di hadapan peserta pekan orientasi P3K, Ayah dari Putri Semata Wayangnya, Hillary Brigitta Lasut, SH, LLM buka-bukaan secara jujur, mengakui bahwa, saya pernah kesandung masaalah korupsi dan itu masa lalu saya,” ujarnya.

Belajar dari semua itu, saya berharap saudara-saudari tidak terjebak pada perbuatan atau tindakan yang dapat merugikan negara/daerah bahkan merusak nama baik diri sendiri, tingkatkan mutu dan kualitas diri secara terus menerus, tekun, focus pada profesi kalian sebagai pendidik, dalam rangka transfer of knowledge atau berbagi informasi, ilmu atau proses duplikasi pengetahuan kepada para murid,” tandasnya.

Hal penting lain saya mau ingatkan kepada kalian yaitu, sebelum memulai proses belajar mengajar, terlebih dahulu para murid di ajar tentang bagaimana berdoa yang benar, berdoa yang benar adalah, bagaimana roh dan jiwa serta pikiran hanya tertuju pada Dia yang adalah pemilik kehidupan kita, bukan sekedar menutup mata tapi pikiran tertuju pada hal-hal yang berbau negatif,” tukasnya.

Baca Juga:  Wali kota Tomohon Caroll Senduk Terima Penghargaan Manggala Karya Kencana dari Kepala BKKBN

Jadi intinya, tidak hanya sekedar berbagi ilmu pengetahuan semata tapi bagaimana membentuk moralitas dan karakter anak didik yang berpengetahuan, beretika, bertata krama dan sopan santun, menghormati serta menghargai sesama. Hal ini penting dilakukan agar kedepan mereka menjadi gerasi terdidik dalam berbagai aspek, sebagaimana yang sebutkan tadi,” ujar Bupati Elly Lasut, mengingatkan.

Saya yakin apabila hal ini dapat di manifestasikan dengan baik maka, generasi kita kedepan akan menjadi generasi yang cemerlang, unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang membanggakan daerah dan tentunya keluarga, bukan hanya sekedar datang mengajar tanpa di barengi dengan penanaman nilai-nilai moral, etika dan sopan santun,” imbuhnya.

Sebelum acara pembukaan di awali laporan Ketua Panitia, Williams Stenly Laumba yang juga selaku Sekertaris Dinas Pendidikan (Sekdiknas) Kabupaten Talaud. Dalam laporannya menyebutkan, pekan orientasi Pegawai P3K secara keseluruhan berjumlah 180 peserta namun pada kesempatan ini hanya di hadiri 178 peserta, sementara yang tidak menghadiri dua peserta, karena alasan kehamilan.

Sementara itu biaya transportasi, akomodasi menjadi beban peserta tidak termasuk biaya penyelenggaraan dan komsumsi peserta orientasi, kedua item tersebut menjadi beban anggaran Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Kepulauan Talaud.

Seusai memberi pengarahan dan pembekalan di lanjutkan dengan pengalungan tanda peserta kepada dua orang perwakilan Pegawai PPPK. Pekan orientasi di hadiri, Kadis Diknas Dekker Lasut, SPd, MPd, Sekertaris Diknas dan jajaran, tokoh masyarakat, Engelbertus Tatibi, mantan Ketua Dekab Talaud dan Stafsus, Jim Tindi. (John-Sulut)

Komentar Anda