Warga Menjerit, Harga Cabe Merah Meroket di Sangihe, Kadistan: “Penyebabnya Ini…”

 848 total views

MEROKETNYA harga cabe merah di Kota Tahuna yang menembus harga hingga Rp 130,000,-/kilo membuat warga dan para pengusaha kuliner menjerit. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Sangihe bilang ini akibat petani rica (cabe merah) gagal panen.

Harga komoditi rempah-rempah tak terkendali bahkan untuk cabe merah terpantau bhayangkarnusantara.com di Pasar Towoe, Kota Tahuna – Sangihe sejak Senin (8/3/21) sempat mencapai 130 ribu rupiah. Dengan harga semahal ini, sejumlah warga dan pengusaha kuliner menjerit.

Warga Menjerit, Harga Cabe Merah Meroket di Sangihe
Kadis Perindag Sangihe Tajudin Sainkadir
Baca Juga:  Jelang Debat ke III Pilgub Sulut, Kubu CEP – SEL Diterpa Isu Ini...
Baca Juga:  LMI Sulut Demo, Tuntut Kejati Selesaikan Kasus Paka-paka Omba

Mereka mengatakan, harga rica sudah jauh lebih mahal dari harga cengkih, pala dan kopra. “Padahal ketiganya komoditi andalan pertanian Sangihe,” kata warga sambil berharap kepada pemerintah kiranya ada upaya dan terobosan secepatnya untuk mengatasi masalah ini.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Sangihe, Golfried Pella yang dihubungi bhayangkaranusantara.com terkait meroketnya harga cabe merah dan sejumlah komoditi rempah-rempah lainya mengakui adanya kenaikan signifikan harga rempah-rempah, khususnya cabe merah alias rica di Pasar Tahuna. Ini diakibatkan karena petani rica lokal mengalami gagal panen.

“Faktor cuaca ekstrim angin kencang dan curah hujan yang tinggi jadi penyebab gagal panen petani rica. Selain faktor cuaca ekstrim, tanaman rica juga terserang hama dan ada sebagian yang barusan terendam banjir beberapa bulan yang lalu,” kata Godfried Pella, Selasa (9/3/21).

Ditambahkan, pihaknya telah memberikan sejumlah bantuan kepada petani rempah-rempah yang gagal panen agar dapat kembali segera mengolah lahan pertaniannya. “Kami sudah menyalurkan bantuan berupa benih rempah-rempah kepada para petani berupa cabe merah, bawang merah dan sayur sayuran,” ujarnya.

Sementara Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang dikonfirmasi melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Fera Massora, ST mengakui adanya kenaikan harga rempah-rempah yang tak terkendali.

Warga Menjerit, Harga Cabe Merah Meroket di Sangihe
Kabid Perdagangan, Fera Massora, ST
Baca Juga:  Tujuh Sembuh, Dua Terkonfirmasi Positif dan Satu Pasien Covid-19 Meninggal Dunia di Klaten

Namun dia mengatakan kalau masalah ini terjadi secara nasional bukan hanya di Sangihe. Harga cabe jadi masalah nasional dan pada hari ini Selasa (9/3/21), terpantau harga cabe Rp. 80,000 sampai 100.000,-.

Dia juga mengakui kalau pihaknya sementara berkomunikasi dengan Dinas Pertanian untuk menyediakan pasokan lokal untuk menjawab kebutuhan rempah-rempah bagi warga Sangihe. Adrianto – Sangihe

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0