Warga Kejobong Geger, Perempuan Paruh Baya Gantung Diri di Dapur, Keluarganya Tak Mau Diotopsi | Bhayangkara Nusantara

Warga Kejobong Geger, Perempuan Paruh Baya Gantung Diri di Dapur, Keluarganya Tak Mau Diotopsi

 3,136 total views

WARGA Kejobong dibuat geger dengan meninggalnya seorang perempuan berinisial SW (50), warga Desa Krenceng, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga yang ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Minggu (13/12/2020). Ia ditemukan anaknya sendiri sudah tergantung dengan kain jarit di ruang dapur rumahnya.

Kapolsek Kejobong AKP Suswanto mengatakan, mendapatkan laporan kejadian, anggota Polsek Kejobong langsung mendatangi lokasi. Selanjutnya melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Dari keterangan yang didapat, korban gantung diri ditemukan pertama kali sekira pukul 05.00 WIB. Saat itu, saksi yang merupakan anaknya hendak memasak air di dapur. Saat masuk ke dapur saksi mendapati ibunya sudah tergantung.

Baca Juga:  Sulsel Urutan Lima, Luwu Timur Melonjak Drastis
Baca Juga:  Naas... Seorang Pria di Purbalingga Meninggal Tersambar Petir Saat Panen Padi

“Mendapati hal tersebut, saksi kemudian berteriak meminta tolong hingga warga berdatangan. Warga kemudian bersama-sama menurunkan korban yang tergantung dan selanjutnya melaporkan kejadian ke perangkat desa dan Polsek Kejobong,” jelas kapolsek.

Kapolsek menjelaskan bahwa pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan di TKP. Selain itu, memeriksa jenazah wanita paruh baya itu bersama petugas medis Puskesmas Kejobong dan Inafis Polres Purbalingga.

“Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda kekerasan atau hal yang mencurigakan. Korban meninggal karena gantung diri dan pada jenazah ditemukan ciri khas bunuh diri,” kata kapolsek.

Kapolsek menambahkan, tidak diketahui secara pasti penyebab korban bunuh diri. Karena berdasarkan keterangan keluarganya, korban tidak pernah mengeluh mempunyai penyakit kronis dan permasalahan lainnya.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga tidak menghendaki untuk dilakukan autopsi dan menerima kematian korban,” pungkasnya. Al Arif/Sigit – Purbalingga

Komentar Anda
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
2
+1
0
+1
2