Warga Drunten Wetan Indramayu Protes Pilkades, Aparat Desa Terindikasi Tidak Netral | Bhayangkara Nusantara

Warga Drunten Wetan Indramayu Protes Pilkades, Aparat Desa Terindikasi Tidak Netral

 391 total views

APARAT Desa Drunten Wetan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat terindikasi tidak netral dalam kontes Pemilihan Kepala Desa (Pilkades ).

Dikutip dari sosial media yang beredar, sempat viral adanya dugaan oknum Perangkat Desa Drunten Wetan yang masih aktif namun tidak netral dan mendukung salah satu calon kades sehingga jadi sorotan publik.

Dalam investigasi di lapangan, media ini menemukan kebenaran adanya dugaan tersebut, Jumat (9/4/21).

Salah seorang narasumber berinisial KM juga mengungkapkan hal ini. “Saya sangat kecewa dengan adanya aparat Desa Drunten Wetan yang masih aktif berpihak ke salah satu calon alias tidak netral,” ucap KM.

Baca Juga:  Lagi, Ada Proyek Juksung Sarat Penyimpangan di Kabupaten Indramayu, Banyak yang Janggal
Baca Juga:  Lagi, Agen E-Warong di Indramayu Terindikasi Tidak Transparan dalam Pengelolaan, Pemiliknya ASN

KM menuturkan, dalam masa pesta demokrasi rakyat pada kontes pilkades, aparat desa tersebut seharusnya memberikan contoh yang baik. “Jangan memihak ke salah satu calon, itu namanya tidak netral dalam melaksanakan tugasnya,” ungkapnya..

Salah seorang warga yang tidak mau disebut namanya juga membenarkan rumor tersebut. “Betul, aparat desa tersebut tidak pantas dan itu bisa menimbulkan kecemburuan untuk pihak lawan politik, bahkan mengakibatkan situasi yang tidak kondusif dengan ulah tersebut,” kata warga Desa Drunten Wetan yang tidak mau disebutkan namanya

Di hari yang sama, aparat desa dimaksud, sebut saja Cardiwan yang menjabat sebagai Bekel di pemerintahan desa tersebut saat dikonfirmasi media bhayangkaranusantara.com mengklarifikasi rumor yang beredar.

“Ya betul, saya mendampingi calon kades petahana bersama Bekel Jeni, juga selaku calon minta izin sama saya. Akhirnya saya dampingi beliau,” Kata Cardiwan.

Setelah itu, lanjut Cardiwan, dirinya diundang kelompok Nahdatul Ulama (NU) bersama Bekel Jeni. “Saya merasa kasihan sama Pak Kuwu mantan sendirian. Akhirnya saya dampingi beliau dan saya tidak bicara apa-apa dalam acara tersebut,” ucap Cardiwan.

Sementara, terkait dugaan aparat desa yang tidak netral, Panitia Pilkades Drunten Wetan melalui M. M. Mujadid, SH selaku ketua yang dihubungi media ini juga ikut angkat bicara.

“Ya, aaya juga tahu masih ada aparat desa yang masih aktif sering bulak balik ke rumah calon Kades Petahana Desa Drunten Wetan, mungkin masih punya urusan, atau bagaimana saya kurang memahami,” ucap Mujadid di kantor sekretariat.

Menindaklanjuti hal ini, pihaknya selaku panitia pilkades juga sudah menegur secara lisan, namun memiliki wewenang terbatas. “Tidak seperti pilkada, ada panwaslu atau panwascam,” tambah Ketua Panitia Pilkades

Adapun mengenai sanksi pelanggaran terkait kasus ini, seperti aktif ikut dalam sosialisasi ke masyarakat guna mendampingi salah satu calon kades, pihaknya masih bingung. “Karena untuk penegakan hukum di kita itu tidak ada,” imbuhnya.

Baca Juga:  Penetapan Nomor Urut Calon Kades Krasak Berjalan Tertib dan Aman

“Dari itu kami selaku panitia dalam tugas dan poksi terbatas oleh aturan, maka silatnya pasif,” tandas Mujadid.

Harapannya selaku Ketua Panitia Pilkades Drunten Wetan, para perangkat desa harus bisa netral. “Jangan memicu keributan dalam kontes pilkades ini, karena imbasnya ke kami selaku panitia,” tegasnya mengimbau. Atim Sawano – Indramayu

Komentar Anda
+1
0
+1
2
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0