Walikota Tomohon: Tanpa Kerjasama dan Sinergitas, Program PAUD tidak akan Berjalan Sesuai Harapan | Bhayangkara Nusantara

Walikota Tomohon: Tanpa Kerjasama dan Sinergitas, Program PAUD tidak akan Berjalan Sesuai Harapan

 114 total views

WALIKOTA Tomohon, Caroll J. A. Senduk, SH membuka kegiatan Penyusunan Kompetensi Dasar Muatan Lokal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal, dan Pengembangan Kurikulum, Bahan Ajar dan Model Pembelajaran PAUD di AAB Guest House, Kamis (4/3/21).

Dalam sambutannya Walikota Tomohon mengatakan, Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD adalah dasar pendidikan yang sangat penting dalam menentukan kualitas pendidikan selanjutnya. Momentum perkembangan anak tidak akan berulang, sehingga jika tidak diberikan pendidikan yang tepat dan berkualitas akan sangat merugikan masa depan anak.

Anak usia dini memiliki karakteristik perkembangan yang berbeda dengan kelompok anak usia lainnya. Berdasarkan karakteristik perkembangannya yang bersifat khusus, maka jenis pembelajaran yang relevan untuk anak usia dini adalah pembelajaran terpadu. Semua kegiatan dalam pembelajaran ini melibatkan pengalaman langsung bagi anak serta memberikan berbagai pemahaman tentang lingkungan sekitar anak.

walikota tomohon

Baca Juga:  Kunjungan Lembaga Tatar Sunda ke Ketua Umum Pernusa Kanjeng Norman
Baca Juga:  Walikota dan Wawalkot Tomohon Tinjau Pasar Wilken, Mau Ditata Kembali

“Kita menyadari berbagai tantangan bagi upaya pembangunan pendidikan yang dihadapi Pemerintah Indonesia secara umum dan Pemerintah Kota Tomohon secara khusus, saat ini mencakup 3 hal, yakni perluasan akses layanan pendidikan tanpa mengorbankan kualitas, peningkatan kualitas pendidikan dalam kondisi sistem desentralisasi dan memastikan bahwa dana-dana pendidikan yang ditingkatkan secara signifikan dapat dipergunakan secara efektif. Oleh sebab itu perlu adanya sinergitas dalam menjawab tantangan tersebut,” kata Caroll.

Menurut Walikota, kegiatan penyusunan kompetensi dasar muatan lokal pendidikan anak usia dini dan pengembangan kurikulum, bahan ajar dan model pembelajaran PAUD ini bentuk usaha bersama kita dalam memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak.

“Karena langkah penting dalam menjamin keberhasilan penyelenggaraan program PAUD adalah kerjasama secara terpadu dari semua pihak, pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua dan masyarakat. Tanpa adanya kerjasama dan sinergitas, program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tidak akan berjalan sesuai yang diharapkan,” ungkapnya.

Sementara, Wakil Walikota Tomohon, Wenny Lumentut, SE sebagai pemateri dalam paparannya mengatakan, muatan lokal dilaksanakan dalam rangka mengenalkan dan mewariskan nilai karakteristik suatu daerah kepada siswa. “Pemberian pelajaran Muatan Lokal Bahasa Daerah di sekolah sangatlah penting diberikan di sekolah. Bahasa daerah selaku kekayaan Bangsa Indonesia harus dilestarikan,” ujarnya.

Baca Juga:  Pencanangan Vaksinasi Covid Tahap II di Tomohon Resmi Dibuka CSWL

Mulok atau muatan lokal, menurutnya, perlu diberikan kepada peserta didik agar peserta didik lebih mengetahui dan mencintai budaya daerahnya sendiri, berbudi pekerti luhur, mandiri, kreatif, dan profesional, yang pada akhirnya dapat menumbuhkan rasa cinta kepada budaya tanah air.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Tomohon Drs. Jhony Runtuwene, para narasumber seperti Dra. Maasje Kalalo, MPd selalu Kasubag TU BP PAUD Sulut, Hofny Timpalen, SPd, MPd, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Kota Jusak Pandeirot, SPd, MM, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon DR. Juliana Karwur, Mkes, MSi serta para guru PAUD se Kota Tomohon. Bert/Advertorial – Tomohon/Sulut

Komentar Anda
+1
0
+1
3
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0