Walikota Tomohon Launching PKT Melalui Program Kotaku

 42 total views

PEMBINAAN dan fasilitasi dalam rangka pengendalian pelaksanaan pembangunan pada kegiatan administrasi pembangunan yang dirangkaikan dengan launching program Cash For Work (CFW) atau Padat Karya Tunai (PKT) melalui program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) digelar BPU Kantor Kelurahan Tinoor Dua, Jumat (4/6/21).

Walikota Tomohon Caroll J. A. Senduk, SH mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hadir untuk mendukung percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), memulai upaya mitigasi terhadap Covid-19 dengan memberikan penghasilan tambahan untuk kelompok berpenghasilan rendah melalui skema PKT atau CFW.

“Seperti yang telah kita ketahui bersama, dengan adanya sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah, maka Kota Tomohon mendapat bantuan dari pemerintah pusat melalui kegiatan PKT Program Kota Tanpa Kumuh,” terangnya.

Kegiatan ini, lanjutnya, merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan untuk memberikan bantuan tunai, dalam bentuk upah tenaga kerja kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 dan yang mengalami Putus Hubungan Kerja (PHK) serta bagi masyarakat yang mengalami penurunan/kehilangan pendapatan.

Baca Juga:  Tekan Covid 19, Tim Gugus Tugas Wonosegoro Gelar Operasi Masker di Pasar
Baca Juga:  Pemda, Kapolres dan Dandim 0724/Boyolali Sinergi dalam Penyemprotan Disinfektan Massal

Di samping itu, kegiatan Padat Karya Tunai ini juga bertujuan memulihkan perekonomian masyarakat untuk mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi akibat Covid-19, khususnya di wilayah perkotaan.

Dengan adanya program Padat Karya Tunai ini, maka jelas aset-aset infrastruktur yang ada di kelurahan akan semakin baik karena adanya pemeliharaan dan perbaikan yang dibangun program Kotaku maupun Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) lainnya melalui swakelola masyarakat.

Prinsip pelaksanaan kegiatan program Padat Karya Tunai ini adalah partisipatif, transparan dan akuntabel, sederhana dan mudah dikerjakan, berkualitas, layak dan berkelanjutan. Kota Tomohon mendapatkan anggaran Padat Karya Tunai sebesar 3 miliar, masing-masing kelurahan 300 juta.

“Saya berharap ke 10 kelurahan yang mendapatkan program ini yaitu Kelurahan Tinoor Satu, Tinoor Dua, Talete Satu, Pangolombian, Tondangow, Kayawu, Lahendong, Kinilow, Kinilow Satu dan Kelurahan Kampung Jawa dapat melaksanakan program ini sebaik mungkin,” ujarnya.

Untuk itu, melalui kegiatan pembinaan dan fasilitasi dalam rangka pengendalian pelaksanaan pembangunan saat ini, Walikota tegaskan agar harus ada sinergitas antara pemerintah kecamatan dan kelurahan selaku pembina kegiatan masyarakat di kelurahan masing-masing bersama dengan Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LSM).

Kemudian harus ada koordinasi bersama pihak Kotaku selaku penanggungjawab kegiatan, jangan sampai terjadi penyimpangan dalam pengelolaan keuangan di masing-masing kelurahan.

“Selanjutnya kami mengimbau kepada LSM sebagai pelaksana kegiatan program Padat Karya di Kelurahan untuk benar-benar melaksanakan kegiatan ini secara bertanggung jawab, mengarahkan dan memberikan pembinaan selama kegiatan, sampai pada tahap evaluasi dan pelaporan agar tujuan dari kegiatan ini bisa tercapai,” paparnya.

Kepada para lurah, ia berharap kiranya bisa memberikan dukungan penuh kepada LSM, memantau dan memberi pembinaan agar kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan memberi manfaat penuh bagi para tenaga kerja dan masyarakat pada umumnya.

“Pada kesempatan ini pula, saya bersama Wakil Walikota Wenny Lumentut, SE atas nama pemerintah Kota Tomohon menyampaikan apresiasi yang tinggi serta ungkapan terima kasih atas sinergitas yang tercipta dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Sulawesi Utara sebagai leading sektor kegiatan ini,” papar Walikota Caroll.

Acara dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Tomohon Drs. Johny Runtuwene, DEA, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Tomohon Jemmy Ringkuangan, AP, MSi, Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Pemukiman pada Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sulut Alfrits Makalew, ST, MSi, Tenaga Ahli Monitoring Evaluasi Kotaku Sulut Michiko Mamuaya, ST, perwakilan 10 Kelurahan yang melaksanakan program, jajaran pemerintah Kota Tomohon, beserta hadirin dan undangan. Bert – Tomohon

Komentar Anda
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0