Viral Video Pernyataan Hontong Dukung OD - SK, Bawaslu Nilai Ada Indikasi Pelanggaran, Lima Saksi Diperiksa | Bhayangkara Nusantara

Viral Video Pernyataan Hontong Dukung OD – SK, Bawaslu Nilai Ada Indikasi Pelanggaran, Lima Saksi Diperiksa

 474 total views

VIDEO pernyataan dari Helmut Hontong untuk mendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Oli Dondokambey dan Steven Kandouw menjadi viral di media sosial. Bawaslu Sangihe menilai ada indikasi pelanggaran dalam video yang dibuat pada 16 September 2020 itu. Sampai berita ini ditulis, Penyidik Gakkumdu sudah memanggil lima orang saksi untuk dimintai keterangan.

Ketua Bawaslu Sangihe, Junaidi Bawenti yang dikonfirmasi terkait masalah ini mengatakan kepda sejumlah wartawan bahwa dari hasil pleno Komisioner Bawaslu pelanggaran yang disangkakan kepada terlapor (Helmut Hontong-red.) sudah dibahas dalam pleno komisioner dan ditemukan memang ada unsur pelanggaran.

Dari hasil pleno itu kemudian Bawaslu mengundang Gakkumdu yang selanjutnya memberikan analisa dan pendapat ahkir yang memiliki kesamaan dengan Bawaslu bahwa ada dugaan pelanggaran pada video yang isinya ada ajakan dari terlapor untuk mendukung paslon OD – SK, sehingga harus dilakukan pelimpahan kasus dari Bawaslu kepada pihak Penyidik Gakumdu dan sampai level ini selama 14 hari terhitung sejak pelimpahan.

“Kasus itu masih merupakan tahap penyidikan dari teman-teman kepolisian dan kami Bawaslu secara kelembagaan tidak dapat memberikan keterangan yang lebih banyak, silahkan konfirmasi ke teman-teman Penyidik Gakumdu,” kata Junaidi Bawenti, Jumat (9/10/20).

Kabar tentang sudah dipanggilnya lima orang saksi dalam kasus video viral terlapor Helmut Hontong yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Kepulauan Sangihe mulai tercium oleh awak media pada Jumat sore ketika wartawan bhayangkaranusantara.com mengunjungi kantor Bawaslu Sangihe dan melihat langsung kedatangan salah satu saksi, yaitu Deni Roi Tampil (DRT) yg saat ini tercatat sebagai anggota DPRD Kabupaten Sangihe dari PDI-P.

DRT tiba di gedung kantor Bawaslu sekitar pukul 14,00 Wita dan baru selesai diperiksa Penyidik Gakkumdu sekitar pukul 17.30 Wita. Namun sangat disayangkan dia tidak mau memberikan komentar apapun ketika ditemui bhayangkaranusantara.com. “Saya no comment,” kata DRT dengan santai pada wartawan.

Demikian pula dengan para Penyidik Gakumdu yang coba dimintai keterangan oleh awak media terkait materi pemeriksaan dan empat nama saksi laninya yang sudah dipanggil, mereka enggan memberikan jawaban sambil mempersilakan pihak media menghubungi Kapolres, kata personil penyidik Gakumdu.

Baca Juga:  Oknum Perangkat Desa Sana Tengah Pasean Dilaporkan Korupsi Dana Ini, Kadesnya Tak Respon Dihubungi...

Sementara Helmut Hontong sebagai terlapor saat dihubungi bhayangkaranusantara.com, Sabtu (10/10/20) mengatakan, terkait video viral yang beredar itu adalah video pribadi untuk mengklarifikasi foto pertemuannya dengan CEP yang juga viral di media sosial saat itu. “Dan video saya dibuat sebelum penetapan paslon pada jam 9 malam. Sedangkan terkait dengan pemanggilan Bawaslu Sangihe, saya sebagai warga negara yang baik harus menghormati proses pemeriksaan,” jelasnya.

Sebelumnya, tanggal 30 September lalu terlapor telah datang memenuhi panggilan pihak Bawaslu Sangihe untuk memberikan klarifikasi terkait viralnya video yang terindikasi melanggar aturan tersebut. Ketika hal ini dikonfirmasi ulang kepada Ketua Bawaslu Sangihe, Junaidi Bawenti membenarkan hal tersebut. Namun dia menambahkan, pihak Bawaslu dalam masalah ini tetap menjujung tinggi asas praduga tak bersalah. Adrianto – Sangihe

Komentar Anda
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0