Viral, Kadis Pertanian Mitra Serobot Lahan dan Tutup Jalan Air Sawah Warga Dibully di Medsos

 793 total views

NAMA mantan Camat Ratahan Timur yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Provinsi Sulawesi Utara, Dra Yohana Untu (YU) mendadak viral di media sosial (medsos) Faceboook dan sejumlah grup WA.

Dalam postingan sebuah akun medsos disebutkan, Yohana diduga sebelumnya telah melakukan pelanggaran atas kasus penyerobotan lahan tanah yang berlokasi di Desa Wioi, Kecamatan Ratahan Timur.

Dari informasi yang dirangkum media ini, pelanggaran yang dilakukan Yohana terkait pemindahan batas lahan tanah halaman pekarangan (sebelumnya lahan sawah) di lokasi Desa Wioi.

Aksinya ini dilakukan dengan modus menggunakan orang lain untuk memindahkan batas tanah untuk menggeser patok atau batas sipat (pagar) secara bertahap dalam waktu tertentu, tanpa diketahui pemilik lahan atau penjual yang ikut berbatasan dengannya.

Baca Juga:  Lagi, Oknum Wartawan Kena Jerat UU ITE
Baca Juga:  Keluarga Pasien Positif Covid-19 di Desa Harapan, Luwu Timur Belum Dapat Perhatian

Atas kejadian dan aksinya tersebut, Yohana ikut menjadi bulan-bulanan dan viral di jejaring sosial Facebook.

Diketahui, tak hanya penyerobotan lahan, Yohana juga ikut dituding dan dibully lantaran telah melakukan penutupan aliran air sawah dengan menggunakan rabat beton dan menimbun aliran jalur air di lokasi lahan tanah milik dari Keluarga Pontororing-Mokolensang.

Sementara menurut sejumlah warga setempat, lokasi yang di timbun aliaran air tersebut dan sudah dirabat beton adalah lahan milik seorang janda bernama Grietje Mokolensang atau keluarga Pontororing-Mokolensang, dan bukannya lahan milik Yohana.

Selain itu, sang oknum kadis juga diduga telah melakukan penipuan dan pemalsuan surat dokumen keabsahan isi dari volume tanah yang ada di lokasinya saat ini.

Salah seorang tua-tua kampung bernama Lorens Pogaga mengaku sangat mengetahui seluk beluk dari kepemilikan dan lokasi lahan tersebut.

Bahkan kata Pogaga, dirinya sangat menyayangkan got atau aliran air yang sudah ditimbun oleh oknum kadis tersebut dapat merugikan petani sawah.

Pogaga tak menyangka kalau aliran air yang merupakan urat nadi dan sumber kehidupan dalam menopang perekonomian bagi petani di desa justru ditutup oleh Kadis Pertanian tersebut.

Secara terpisah, upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Pertanian Mitra, Dra Yohana Untu untuk dimintai klarifikasi tidak berhasil. Karena hingga berita diturunkan telepon dan pesan singkat via medsos belum mendapat tanggapan. Dacko/Bert – Mitra

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
5
+1
0
+1
7
+1
0
+1
3