Viral di Medsos, Tilang Turis 1 Juta, Dua Oknum Polisi di Bali Terancam Dipecat

Viral di Medsos, Tilang Turis 1 Juta, Dua Oknum Polisi di Bali Terancam Dipecat

 2 total views,  2 views today

SETELAH viral di media sosial, dua anggota polisi nakal di Jembrana yang meminta uang Rp. 1 juta kepada turis Jepang saat sedang berkendara di Bali dipanggil.

Keduanya, anggota Polsek Pekutatan yakni Aipda MW dan Bripka PJ telah menjalani pemeriksaan Seksi Propam Polres Jembrana dan diberikan tindakan tegas.

Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, kejadian itu sudah berlangsung pada 2019, tepatnya di Jalan Denpasar-Gilimanuk. “Keduanya anggota Polsek Pekutatan, Polres Jembrana dan yang bersangkutan memang sudah mengakui kejadiannya itu di tahun 2019,” kata Ketut, Kamis (20/8/2020).

Yang jelas, kata Kapolres, pihaknya sudah lakukan pemeriksaan dan untuk mekanisme sanksinya melalui proses sidang. “Bisa ke disiplin dan bisa ke sidang kode etik. Dari sidang kode etik kemungkinan bisa dipecat dari Polri,” Ketut menambahkan.

Seperti diketahui, dalam video tersebut terlihat turis Jepang itu tengah dihentikan polisi di jalan raya lantaran ada masalah pada lampu depan sepeda motor. Video yang diunggah akun YouTube Style Kenji pada 30 Desember 2019 itu terdengar percakapan antara polisi dan turis hingga salah seorangnya terang-terangan minta uang sebesar Rp. 1 juta.

“License okey, STNK okey (SIM oke, STNK oke),” kata salah seorang oknum. “Its dead, problem. Ini (lampu) mati, (masalah),” jawab turis tersebut. Setelah itu, sang oknum minta uang Rp.1 juta.  “It fourty for process… I Will help you. You pay one million, maximal one million (Ini empat puluh untuk proses… Saya akan menolong Anda. Anda bayar Rp. 1 juta, maksimal Rp. 1 Juta),” ujar polisi.

Awalnya turis itu hanya memberikan uang Rp. 100 ribu dalam bentuk lembaran 20 ribuan. Tetapi, polisi menegaskan kembali jumlah uang yang diminta. “One million,” kata polisi.

Baca Juga:  Warga Desa Harapan, Luwu Timur Positif Covid-19, Ini Komentar Masyarakat

Dalam keadaan itu, terjadilah negosiasi. Sang turis terlihay kembali mengeluarkan sembilan lembar uang masing-masing senilai Rp. 100 ribu. Setelah menghitung semuanya, polisi menerima. “Okey, no problem (Oke, tidak masalah),” kata oknum sambil mempersilakan turis itu pergi dengan sepeda motornya.

Sementara itu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol. Raden Argo Yuwono menegaskan, kedua oknum anggota polisi tersebut sudah diberikan tindakan tegas. “Polri tidak memberikan toleransi dalam bentuk apapun kepada anggota yang terbukti mencoreng nama baik institusi,” tegas Argo, Jumat (21/8/20).

Atas nama Polri, Argo Yuwono meminta maaf kepada masyarakat. Untuk itu, agar kasus serupa tak terulang dan Polri bisa memberikan tindakan tegas, ia mengimbau masyarakat untuk segera melapor bilamana masih menemukan ulah polisi nakal.

“Masyarakat silakan melaporkan manakala ada tindakan oknum seperti di Jembrana,” kata mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Kasus itu sempat mencuri perhatian publik setelah terekam kamera dan viral di media sosial. Polri menilai tindakan kedua polisi tersebut telah mrmbuat malu dan mencoreng muka Polri. Terlebih kejadian berlangsung di tengah upaya polisi mengembalikan kepercayaan publik. BN01 – JAKARTA/BALI

Facebook Comments
%d bloggers like this: