Video Euforia Pencabutan Nomor Urut Paslon Disoal, Bawaslu Minta Klarifikasi Bupati Sangihe

Video Euforia Pencabutan Nomor Urut Paslon Disoal, Bawaslu Minta Klarifikasi Bupati Sangihe

 96 total views,  1 views today

PERANG dingin dua rival berat yang bersaing dalam Pilkada Gubernur Sulut di Sangihe bergeser ke aksi saling mempersoalkan rekaman video yang dinilai masing-masing pihak terindikasi melakukan pelanggaran pemilu

Setelah sebelumnya viral video Hontong dukung OD-SK yang membuat Wakil Bupati Sangihe itu harus berurusan dengan Bawaslu, kini giliran Bupati Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana harus dipanggil pihak Bawaslu gara gara sebuah rekaman video yang direkam oleh seseorang pada saat sejumlah pendukung CEP – SSL mengekspresikan kegembiraan usai melakukan pencabutan nomor urut paslon pada 24 September lalu.

Entah alasan apa orang yang membuat video tersebut secara langsung menyebar ke publik via akun FB. Sengaja atau tidak, namun hal itu telah dinilai sejumlah pihak bahwa video tersebut terindikasi melakukan pelanggaran pemilu, sehingga dilaporkan ke pihak Bawaslu.

‌Bupati Kepulauan Sangihe, pada Kamis malam (15/10/20), terlihat mendatangi kantor Bawaslu Sangihe untuk memberikan klarifikasi terkait dirinya yang terlihat ada dalam kerumunan sejumlah orang dalam video yang dipersoalkan.

Usai klarifikasi yang memakan waktu sekitar satu jam itu, Komisioner Bawaslu Sangihe, Zebedeus Lesawengan, SH, Koordinator Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran dan Sengketa yang dikonfirmasi menjelaskan kepada wartawan kalau video ini dianggap temuan oleh Bawaslu yang selanjutnya memanggil terlapor untuk dimintai keterangan atau klarifikasi terkait video yang diduga melanggar aturan pemilu.

‌Selain itu, Lesawengan juga mengakui kalau alat bukti yang dimiliki Bawaslu Sangihe saat ini hanya video itu saja, tidak ada ajakan dan kata-kata lain yang diucapkan dalam video itu oleh terlapor.

Sementara Junawir Stirman, SH, salah seorang saksi pelapor yang juga sudah dimintai keterangannya oleh Bawaslu pada Rabu (14/10/20) kepada bhayangkaranusantara.com mengatakan, kalau aksi terlapor dalam video itu dengan mengangkat satu jari adalah ajakan. Selain itu terlapor sebagai seorang Bupati seharusnya mengurus izin cuti sebelum ikut dalam kegiatan partai.

Stirman yang berprofesi sebagai seorang pengacara dan juga masuk dalam struktur pengurus PDI-P Sangihe memastikan kalau apa yang dilakukan terlapor sangat merugikan paslon yang lain.

‌Sementara pihak terlapor selain menjabat Bupati Sangihe juga menjabat sebagai Ketua Partai Golkar Sangihe pada malam itu enggan memberikan komentar kepada wartawan, karena usai klarifikasi terlihat lelah dan langsung pulang untuk beristirahat.

Baca Juga:  Tak Main-Main dalam Pemberantasan Narkotika, DPD FOKAN Jawa Timur Bersinergi Siapkan Tempat Rehab

Sedangkan Ketua Harian Partai Golkar Sangihe, Jusak Ruitan saat dihubungi bhayangkaranusantara.com hanya mengatakan, sangat menghormati proses pemeriksaan masalah ini. “Biarlah mengalir sesuai aturan dan kami tak mau banyak berkomentar meski video itu hanya bagian dari sebuah ekspresi kegembiraan secara internal di dalam sekretariat kami,” kata Ruitan. Adrianto – Sangihe

Komentar Anda
%d bloggers like this: