Video Dugaan Politisasi Bansos Naker di Tomohon Tembus KPK? | Bhayangkara Nusantara

Video Dugaan Politisasi Bansos Naker di Tomohon Tembus KPK?

 1,167 total views

PENYALURAN bantuan sosial (bansos) kepada tenaga kerja (naker) di Kelurahan Walian Satu, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon terindikasi masalah. Bantuan ini, sepertinya bakal berbuntut panjang.

Apalagi sebelumnya sempat viral di media sosial (medsos) beredarnya video terkait salah seorang petugas kelurahan yang menyebutkan untuk daftar nama yang merah harus dikeluarkan, yang disusul dengan aksi demo protes warga dengan penyaluran yang dinilai pilih-pilih.

Kini penyaluran bansos naker di Kelurahan Walian tersebut diduga dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menyusul adanya postingan akun facebook Acap Abdul di dalam Grup Pilkada Sulut 2020.

Dalam postingan tersebut tampak seorang berada di Gedung Merah Putih memperlihatkan bukti dugaan penyelewengan bansos, termasuk foto yang dilampirkan mirip dengan video viral petugas Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon.

“Makasi CW sudah mendengarkan keluhan warga,” tulisnya akun Acap Abdul, Senin (7/12/2020) sekira pukul 15.00 Wita.

Baca Juga:  Amarahnya Memuncak Lihat Bandar Ini, Arman Depari: "Kamu yang Pernah Mau Nembak Saya Ya!"
Baca Juga:  Gubernur Sulsel Kena "Serangan Fajar" KPK

Selain itu, postingan serupa juga diposting akun Facebook atas nama Nat S. “Rupa sama kank itu foto yg laporan di KPK dgn video di Kantor Lurah Walian 1? apa betul joh ini?,” tulisnya dengan menyertakan foto seorang pria berada di Gedung Merah Putih sambil memperlihatkan bukti laporan yang dilampirkan dan foto tangkapan layar video viral petugas Kelurahan Walian Satu.

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Tomohon, Sherly Bororing saat dikonfirmasi menyebut penyaluran di Kelurahan Walian Satu yang dimasalahkan yaitu penerima bukan bahan.

“Kan yang dipermasalahkan yaitu penerimanya. Warga protes karena banyak yang masuk daftar penerima tapi malah hilang,” ujarnya seraya menyebut warga yang keberatan tersebut adalah TS dari merah.

Baca Juga:  Keluarga Rutan Polres Jakarta Barat Dapat Bantuan Sembako

“Mereka keberatan kenapa sudah tidak ada nama. Tapi kami ‘kan Disnaker tidak tahu, penyaluran itu dari Kelurahan,” tambahya saat dikonfirmasi melalui panggilan telpon.

Sedangkan terkait viralnya foto laporan di KPK yang diduga menyeret dugaan politisasi penyaluran bansos naker Kelurahan Walian 1, Bororing belum mengetahui. “Belum tahu, yang pasti penyalurannya sudah sesuai. Tapi yang dilaporkan ini soal masalah video viral,” ujarnya.

Lebih lanjut Bororing mengatakan, warga yang demo lalu sudah diberikan bansos naker. “Waktu itu belum selesai pembagian, karena kan 1 rumah sudah ada tiga penerima, sehingga tidak boleh 1 KK dapat berapa paket. Sehingga mungkin ada yang dipindahkan,” tukas Bororing. Bert – Sulut

Komentar Anda
+1
0
+1
1
+1
0
+1
1
+1
3
+1
0
+1
0