Upaya Preemtif Sebelum Melangkah ke Preventif, Polda Metro Jaya Gelar FGD Bahas Tentang Ini | Bhayangkara Nusantara

Upaya Preemtif Sebelum Melangkah ke Preventif, Polda Metro Jaya Gelar FGD Bahas Tentang Ini

 201 total views

POLDA Metro Jaya melalui Direktorat Binmas PMJ menggelar kegiatan Forum Group Discussion (FGD) bertema “Optimalisasi Vaksinasi Covid-19 untuk Memutuskan Mata Rantai Penyebaran Covid-19 di Jadetabek ” di Ballroom Millenium Sirih Hotel Jakarta, Kamis (18/3/21) pagi jam 08.00 Wib.

Dalam FGD tersebut ditekankan kepada para ahli untuk memaksimalkan peran dengan mengedepankan “Pemolisian Prediktif” dalam rangka melaksanakan tugas.

FGD merupakan salah satu upaya preemtif dalam menciptakan Harkamtibmas. Sesuai dengan tema yang bahas kali ini sebelum melangkah ke upaya preventif.

Adapun narasumber dan moderator yang dihadirkan Polda Metro Jaya antara lain, Kasi Penyakit Menular Dinkes DKI Dr. Fita, Sekretaris Fatwa MUI KH DR Fuad Tohari dan moderator Sabena, S.Ikom, M.Ikom.

Baca Juga:  Bupati Klaten Rapat Sambil Berjemur, Bahas Penanggulangan Virus Corona
Baca Juga:  Dirlantas Polda Lampung Tatap Muka dan Beri Arahan Personil Satlantas Polres Pringsewu

Hadir juga selain itu, Wadirbinmas Polda Metro Jaya AKBP Yudhistira Midyahwan, SH, S.IK, M.Si mewakili Dirbinmas Kombes Badya Wijaya, SH, dan para narasumber lain seperti Sekretaris Fatwa MUI Dr. Fuad Tohari dan Kasi PLH Imunisasi Dinkes DKI Dr. Rasvita.

Tampak hadir Kasubdit Bintibsos PMJ Kompol Sujanto, Kasi Binturmas Kompol MH Panjaitan, SH, para peserta FGD, Kanit Bintibmas Polres Jajaran, Anggota FKRK (Forum Kemitraan Religi Kamtibmas), Da’i Kamtibmas PMJ, Polres jajaran dan seluruh panitia dari Ditbinmas Polda Metro Jaya.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan Dirbinmas diwakili Wadirbinmas. Sedangkan FGD dipandu moderator Sabena, S.Kom M.Ikom, dimulai dengan paparan dari Sekretaris Fatwa MUI dan Kasi Penyakit Menular Dinkes DKI.

Selama berlangsung, FGD berjalan dengan alot dan menghasilkan beberapa kesimpulan bahwa vaksin Covid-19 aman dan halal, vaksinasi Covid-19 berdasar hukum, Fatwa No. 2 tahun 2021 dan Perpres 99 tahun 2020 serta Perda DKI No. 2 tahun 2020

Kesimpulan lain, penolakan vaksinasi-19 termasuk dalam pidana dan haram. Vaksinasi dilaksanakan denga penuh kehati-hatian, artinya ada persyaratan untuk yang divaksin, dilakukan vaksinator capable.

Dari FGD tersebut juga menyebutkan bahwa vaksinasi tidak membatalkan puasa, dilaksanakan dengan memperhatikan prioritas (petugas garda terdepan, kelompok rentan dll) dan keberhasilan vaksinasi Covid-19 perlu dukungan bersama.

Harapan Dirbinmas PMJ semua pihak ikut bersama mensukseskan program vaksinasi C-19, “be influencer”, karena vaksinasi untuk melindungi dan menurunkan resiko kematian, namun harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

Secara umum acara berjalan baik, interaktif, komprehensif dan dilaksanakan dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan. BN01/KBP NP – JAKARTA

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
2
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0