Tiga Kali, Club Malam Holywings Golf di Surabaya “Kangkangi” Protokol Kesehatan

Tiga Kali, Club Malam Holywings Golf di Surabaya “Kangkangi” Protokol Kesehatan

SAAT dunia tengah perang dengan Corona, dan Indonesia masih berkutat berjuang lepas dari pandemi virus mematikan ini, di saat itu pula seluruh daerah di negeri ini serentak “perang terhadap Covid-19”.

Berbagai macam langkah dan kebijakan pun diambil pemerintah, mulai dari penerapan protokol kesehatan, PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar sampai peraturan-peraturan ketat lain yang keluar dari masing-masing pemerintah daerah. 

Masih mewabahnya virus ini pun memaksa sebagian pemerintah daerah kembali ke titik nol, salah satunya Pemprov DKI Jakarta yang Senin besok kembali menerapkan PSBB untuk menekan merajalelanya virus tersebut.

Langkah ini diambil lantaran jumlah korban pasien terkonfirmasi positif Covid-19 semakin meningkat akibat mulai kendornya masyarakat terhadap aturan yang selama ini dikeluarkan pemerintah.

Namun demikian hal itu tak terjadi di Jawa Timur. Salah satu tempat hiburan malam (THM) yang ada di kota besar Surabaya justru membandel dengan melanggar protokol kesehatan di saat masa pandemi Covid-19, dan lagi-lagi pelanggaran itu dilakukan Club Malam Holywings Golf yang terletak di Jalan Basra Surabaya.

Pelanggaran ini diketahui kali ketiga dilakukan Holywings Golf. Sebelumnya, hal serupa terjadi saat opening Jum’at (11/9/20). Sayangnya Pemerintah Kota setempat melalui Perwali Nomor 33 tahun 2020 tidak tegas dalam memberikan sanksi atau teguran terhadap pelanggaran tersebut. 

Bagaimana tidak, saat opening Holywings Golf berlangsung, banyak pengunjung di dalam yang tidak memakai masker dan bergerombol bahkan mengabaikan social distancing yang jelas bisa “membantu” penyebaran virus Covid-19. Aksi membandel dan melanggar protokol kesehatan Covid 19 ini jelas mengangkangi perwali tersebut.

Sabtu malam (12/9/20), Holywings Golf kembali tidak mematuhi aturan yang dibuat Pemkot Surabaya untuk yang ketiga kalinya. Padahal bagi tempat hiburan malam atau siapapun yang melanggar Perwali tersebut sanksinya teguran keras, bahkan bisa berupa penutupan. Namun tetap bagi Holywings Golf, aturan itu tak digubris. Aturan jam malam yang diterapkan di masa Covid, baginya seakan tak berlaku.

Baca Juga:  Proyek Rehab Total SDN 03 dan 011 Semper Barat, Cilincing Mangkrak

Ironisnya, masyarakat menganggap aturan yang diterapkan hanya untuk menakuti-nakuti saja. “Saya lihat tidak ada keberanian menindak tegas bahkan ada unsur tebang pilih terhadap usaha hiburan malam. Ini bisa jadi preseden buruk di mata masyarakat. Saat ini hanya pedagang kecil seperti warkop di kampung-kampung saja yang kena razia,” kata Ketua DPD Puskominfo Indonesia – Jawa Timur, Umar Al Khottob, Minggu (13/9/20).

Umar yang akrab disapa Ki Dalang juga mempertanyakan status Holywings Golf yang kerap mengabaikan protokol kesehatan dan selalu menunggu dibubarkan pihak keamanan. “Ada apa dengan Holywings Golf,” kata Ki Dalang.

Lebih parah lagi, pihak keamanan yang melakukan patroli dan tahu akan ini mengambil tindakan namun tidak ada kejelasan. “Tadi ada Pol PP hanya datang dan pergi, tidak ada teguran sama sekali, dibiarkan begitu saja hanya melihat,” kata salah seorang Jukir Holywings Golf kepada media ini.

Sementara, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, pihak Pol PP beralasan jumlah personel yang sangat terbatas. “Itu pun dibagi untuk razia dadakan rapid test ke para pedagang yang ada di Suramadu,” ujar salah satu personel Pol PP. BN/TIM PUSKOMINFO -JATIM

Facebook Comments
%d bloggers like this: