Teten: "Indonesia Terbanyak UMKM Dibanding Negara Tetangga, Tapi Kurang Produktif" | Bhayangkara Nusantara

Teten: “Indonesia Terbanyak UMKM Dibanding Negara Tetangga, Tapi Kurang Produktif”

 148 total views

PERKOPERASIAN merupakan salah satu sektor yang menunjang sekaligus memiliki andil yang cukup besar dalam upaya memulihkan perekonomian di masa pandemi saat ini. Oleh karena itu, keberadaannya perlu mendapat perhatian yang serius agar dapat lebih maju dan berkembang.

Menteri Koperasi UKM, Drs.Teten Masduki saat meninjau sekaligus melakukan panen perdana ikan di kolam ikan milik Koperasi Mina Sinar Mas di Pekon Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Lampung mengatakan, dalam rangka Percepatan Program Pemulihan Ekonomi Nasional, koperasi dan UMKM selama ini kurang berkembang.

Permasalahan sebetulnya, kata Teten, bukan dari minimnya pembiayaan, akan tetapi lebih disebabkan dari model bisnis yang kurang inovasi. Karenanya, ke depan pihaknya mendorong UKM untuk berkoperasi dan membuat usaha bersama.

“UMKM sebagai bagian dari industri nasional, agar dapat bersatu dan bermitra, antara usaha besar maupun kecil, antara hulu dan hilir,” ujarnya, Ahad (28/2/21).

Teten

Baca Juga:  Kampanye Bergulir, Bawaslu Sangihe Siap Turun Lapangan
Baca Juga:  Selakambang Siap Produksi Aneka Olahan Hasil Pertanian

Menurut Teten, UMKM di Indonesia merupakan yang terbanyak dibandingkan dengan negara-negara tetangga, akan tetapi kurang produktif. Hal ini menjadi PR bersama, sehingga UMKM dan koperasi harus mulai fokus berusaha untuk menghasilkan komoditi yang unggul, baik untuk market lokal maupun internasional.

“Karenanya kita berharap UU Cipta Kerja dapat segera diimplementasikan dalam rangka mengembangkan usaha, disamping subsidi pajak terus dilakukan,” harapnya.

Dalam kunjungan kerjanya, Menteri Koperasi UKM didampingi Direktur LPDB KUMKM, Gubernur Lampung Ir. H. Arinal Djunaidi dan Bupati Pringsewu H. Sujadi mengatakan, pemerintah melihat tahun 2021 ini kondisinya masih belum normal akibat pandemi.

“Oleh karena itu, selama Covid-19 ini belum teratasi, proses pemulihan masih akan lama, oleh sebab itu, program vaksinasi Covid-19 harus berjalan sukses,” katanya.

Acara yang diadakan terbatas dengan penerapan protokol kesehatan ini juga dihadiri Ketua DPRD, Sekda, Ketua TP-PKK dan DWP serta Forkopimda Pringsewu

Sementara, Gubernur Lampung, Ir. H. Arinal Djunaidi mengatakan, kebutuhan pangan DKI Jakarta, termasuk ikan air tawar, sebagian besar dipasok dari Lampung, sehingga menurutnya hal ini merupakan peluang untuk pemasaran produk-produk pertanian dari Lampung.

Sementara itu, Bupati Pringsewu H. Sujadi mengatakan, Pemkab Pringsewu berkomitmen untuk mempertahankan produksi pertanian.

“Terkait perikanan, produksi ikan di Kabupaten Pringsewu bukan hanya untuk konsumsi lokal namun juga luar provinsi. Beberapa produk perikanan dari Pringsewu di antaranya adalah gurame, lele, patin, koi dan cupang,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Sujadi, jumlah koperasi di Kabupaten Pringsewu sekitar 176 koperasi, dan UMKM mencapai 796 UMKM. Di masa pandemi saat ini, memang terjadi perlambatan ekonomi. Sujadi juga berharap UMKM di Pringsewu bisa naik kelas dan lebih berkembang. Joko – Pringsewu

Komentar Anda
+1
0
+1
2
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0