Terbongkar, Guru Honorer di Indramayu Nikahi Anak Didik, Kepala Sekolah Terpukul

 2,043 total views

KASUS pencabulan anak di bawah umur belakangan ini marak terjadi. Satu contoh di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, seorang oknum guru honorer dikabarkan melakukan hubungan terlarang dengan anak didiknya hingga terbongkar ke publik.

Kasus ini terjadi pada seorang siswi SMP Ma’arif Bongas berinisial SCM yang masih duduk di bangku kelas 3 yang diduga telah digauli guru honorer bernama Helmi yang mengajar di sekolah tersebut.

Akibatnya, siswi yang tinggal di Blok Lung Semut, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Kroya ini terpaksa harus putus sekolah lantaran telah dicabuli oleh oknum tersebut.

Baca Juga:  Praktek Manipulasi Visa Terbongkar, TKW Saudi Asal Indramayu Jadi Korban Sponsor, Nasibnya Tragis...
Baca Juga:  Program Lacada Bupati Indramayu Bikin Ketar Ketir Pengguna Aset Pemkab

Helmi, pelaku dugaan pencabulan saat dikonfirmasi ternyata sedang berada di kediaman orangtua SCM sedang melakukan hajat nikahnya bersama SCM, Jum’at (9/4/21). “Betul saya sebelumnya bekerja sebagai guru honorer di SMP Ma’arif sekitar hampir 3 tahun lebih dan sekarang saya sudah keluar,” kata Helmi.

Helmi juga mengakui bahwa SCM belum lulus sekolah dan masih duduk di bangku kelas 3. “Kalau melihat asmara tidak melihat umur dan kami berdua sudah mengundurkan diri dari sekolah tersebut,” ucap Helmi.

“Dan hari Jum’at tanggal 9 April 2021 saya sudah menjadi sepasang suami istri, bagi saya masalahnya sudah beres. Untuk saat ini karena usia belum memenuhi, kami menikah menurut agama. Untuk jaga hal-hal yang tidak diinginkan juga tidak jadi omongan orang akhirnya kami menikah secara siri sambil menunggu dilegalkan pemerintah,” akunya

Sementara korban yang diwawancarai media tidak banyak berkomentar dan terlihat bingung. ” Ya, betul saya masih sekolah dan duduk di bangku Kelas 3 di SMP Ma’arif. Saya bingung harus jawab apa,” turur SCM terlihat gelisah.

Sementara, Kepala SMP Ma”arif, H. Aminudin, S.Pdi yang dihubungi di kediamannya terlihat merasa terpukul dan menyesalkan hal itu. “Ya betul, Helmi guru honorer saya, dia bekerja sebagai pengajar sudah hampir 5 tahun lebih” kata Aminudin.

Sang Kepsek juga mengaku merasa sangat terpukul atas kejadian ini, karena nama baik sekolah yang dikelolanya ikut tercemar oleh ulah oknum guru honor tersebut. “Bahkan untuk tahun ajaran baru ini agak susah dalam penjaringan siswa,” ucap H. Aminudin, S.Pdi

Masalahnya lagi, kata H. Aminudin, sampai saat ini oknum guru tersebut menghilang tak pernah hadir. “Di SMS dan ditelepon juga susah, akhirnya saya memutuskan keluarkan surat pemecatan mulai 1 April 2021,” ungkapnya.

Siswa berinisial SCM, lanjut Aminudin, awalnya merupakan pindahan sekolah dari Kecamatan Gantar, dari kelas 2 baru menginjak kelas 3 ke SMP Ma’arif. “Anak tersebut masih di bawah umur baru 16 tahun, juga masih belum kelulusan,” ungkap Aminudin.

“Saya sudah melakukan tindakan tegas untuk keduanya sebagai bentuk memulihkan nama baik SMP Ma’arif, kami Keluarkan dari sekolah ini, tegasnya lagi.

Dari kejadian yang dialami SCM, maka pupus sudah harapan dan masa depannya, terlebih tak sempat menikmati masa-masa indah remajanya beratribut putih biru. Atim Sawano – Indramayu

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
5
+1
5
+1
5
+1
1