Terbongkar, E-Warong Nurjanah di Desa Gabuswetan Curangi Masyarakat

Terbongkar, E-Warong Nurjanah di Desa Gabuswetan Curangi Masyarakat

 404 total views,  7 views today

PARA penerima program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Desa Gabuswetan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu mengeluhkan sembako yang mereka diterima. Pasalnya bantuan yang seharusnya menjadi hak para KPM (Keluarga Penerima Manfaat) tak sesuai dengan dana yang ada. 

Adalah Agen BPNT Nurjanah, E-Warong yang ditunjuk dan melayani para pemanfaat untuk empat desa, di antaranya Desa Rancamulya, Rancahan, Kedokan Gabus dan Gabuswetan, dalam pelaksanaannya diduga telah menyalahi Pedoman Umum Program Sembako 2020.

“Iya kita menerima sembako BPNT itu hari Senin (12/10/20) untuk beras 10 kg kurang lebihnya, telur ayam 15 butir, buah anggur 1 bungkus kecil, daging ayam 1,5 kg per KPM, dan tahu kecil 10 biji besok hari laginya,” ujar SR warga Desa Gabuswetan yang masuk sebagai pemanfaat dalam program tersebut, Sabtu (17/10/20).

SR juga mengungkapkan, beras BPNT tersebut berasal dari BUMDES Gabuswetan sendiri. “Jujur, di kelompok kita ada sejumlah 17 KPM yang menerima sembako BPNT. Namun ada yang tidak dapat, katanya kosong. Ada tiga KPM dan ada satu yang tidak mendapat bantuan sama sekali, baik dari PKH (Program Keluarga Harapan) maupun BPNT,” pungkasnya.

Sementara dalam investigasi di lapangan salah seorang Perangkat Desa Gabuswetan berinisial PC mengatakan, untuk pelaksanaan program sembako BPNT realisasinya dikirim dari agen dan langsung dibagikan ke KPM, meskipun sering kali sembakonya tidak lengkap.

“Betul, realisasinya dua hari. Saya hanya diberi tugas untuk membagikan ke KPM bahkan ada salah satu yang dicek kartunya kosong tidak kebagian. Jadi saya bingung dan harus ngomong gimana sama masyarakat dari jumlah 40 KPM tersebut,” keluhnya.

Baca Juga:  GSVL Warning Masyarakat Kota Manado: "Waspadai Cuaca Ekstrim!!!"

PC mengungkap, dalam penyaluran BPNT banyak warga yang mengeluh dan merasa tidak puas dengan nilai sembako BPNT yang diduga berkurang. “Karena dana yang ada hak para pemanfaat sebesar Rp. 200 ribu per KPM. Sedangkan sembako yang kita terima diduga kurang sesuai dana yang ada untuk hak para KPM,” keluhnya.

Dihubungi terpisah, pengelola Agen Nurjanah Desa Gabuswetan, Aris mengaku, beras yang disuplay BUMDES Gabuswetan yaitu premium. Adapun terkait dugaan kartu KKS PKH dengan BPNT serta nomor pinnya dikuasai para ketua kelompok, dirinya tidak tahu menahu. “Saya selaku agen hanya penyedia barang saja,” katanya via pesan Whatsapp.

Aris juga mengungkapkan, suplay beras untuk BPNT dari BUMDES Gabuswetan yaitu beras premium, bukan yang medium.

Sementara menanggapi hal ini, Ketua DPW Lembaga Independen Pengawas Anggaran Negara (LIPAN) Jawa Barat, Hidayat mengatakan, sesuai data dan fakta di lapangan yang valid, Agen BPNT Nurjanah Desa Gabuswetan harus ditindak secara hukum .

“Itu sudah merupakan penyelewengan dana pemerintah, sama saja dengan dugaan korupsi harus kita bawa ke aparat penegak hukum,” katanya.

Kini elemen masyarakat Desa Gabuswetan merasa kecewa, karena dugaan kecurangan yang dilakukan oleh Agen BPNT Nurjanah tersebut mulai terbongkar. Atim Sawano – Indramayu

Komentar Anda
%d bloggers like this: