Tarif Tol laut masih terbilang mahal, pengusaha Sangihe keluhkan harga bongkar muat kontainer

 133 total views

Bhayangkara nusantara com,-Tarif tol laut dinilai masih mahal dan terasa mencekik meski Kehadiran Armada angkutan laut ini sejak dulu di gadang – gadang bakal jadi solusi untuk menekan harga kebutuhan pokok di Sangihe. Sejumlah pengusaha juga mengeluhkan Tarif bongkar muat barang yang masih terasa mahal Jika di banding dengan di berberapa daerah lainnya.

Kehadiran armada angkut Tol laut yang di percaya akan dapat menekan harga barang, nyatanya masih belum maksimal. Pasalnya sesuai fakta di lapangan justru harga kebutuhan pokok tetap tinggi dan cenderung memberatkan masyarakat.

Baca Juga:  Petani Mengeluh, Luapan Air dari DAM Karebbe Milik Vale Banjiri Sawah Saat Panen

Sejumlah pengusaha yang menggunakan jasa Tol laut ketika di hubungi sejumlah awak media menyatakan bahwa salah satu yang cukup memberatkan bagi pengusaha adalah upah untuk bongkar muat yang masih terlalu tinggi.kami harus membayar untuk upah bongkar muat barang dari Kontainer hingga ke gudang mencapai Rp 150 ribu/ton.
Dan harga ini kami anggap sangat memberatkan. Sehingga mau tidak mau membuat kami harus menjual kebutuhan pokok tersebut dengan harga yang harus menguntungkan kami “, ujar salah satu pengusaha yang menggunakan jasa Tol laut namun meminta namanya tidak di publish.

Terpisah Ketua tim investigasi lembaga pemantauan penyelenggara negara Republik Indonesia (LPPN RI) Darwis’plontos’ Saselah yang di hubungi pada senin (13/9-2021) angkat bicara meminta agar pihak PELNI Tahuna selaku pihak yang bertanggung jawab dengan masalah ini agar dapat memperhitungkan kembali Tarif angkutan barang di Tol laut. Dan juga biaya bongkar muat barang .Keberadaan Tol laut harus mendukung upaya pemerintah pusat terkait dengan harga kebutuhan pokok yang mampu di jangkau masyarakat. Kalau keberadaan Tol laut justru tidak mampu menekan harga kebutuhan pokok sama artinya program Jokowi ini tidak memberikan output sesuai dengan harapan”, ungkap Saselah.

Baca Juga:  Distransnakerin Lutim: Kompetensi Pekerja PT. Wika Dianggap Tak Sesuai Konsep Pemberdayaan

Sementara itu, ditemui sejumlah awak media, Kepala PT PELNI cabang Tahuna Hamdan Janis mengatakan, upah tenaga kerja bongkar muat ( TBKM ) dalam sekali bongkar muatan kontainer di hitung per ton, yakni untuk satu ( 1 ) ton muatan kontainer adalah seratus lima puluh ribu rupiah (Rp 150.000) dan itu adalah kesepakatan yang di tanda tangani DPRD Kabupaten sangihe, Bupati, serta Dinas -Dinas terkait “, Ujar Janis.
Sementara terkait dengan upah TBKM yang sudah di tetapkan perkontainer bukan per ton, Janis menjelaskan untuk upah TBKM di KM 35 tidak menyebutkan bugdet tapi menyebutkan kesepakatan bersama. Sudah di adakan rapat kesepakatan bersama dan hasilnya upahnya ( TBKM -red ) Rp 150.000 per ton, itu pekerjaannya TBKM bongkar dari kontainer dan di antarkan sampai ke gudang pengusaha”, jelas Janis..

Adrianto Sangihe

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0