Tambang Pasir Ilegal Marak di Cirende, Purwakarta, Pihak Terkait Tutup Mata

Tambang Pasir Ilegal Marak di Cirende, Purwakarta, Pihak Terkait Tutup Mata

TAMBANG pasir yang berlokasi di Desa Cirende, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta disinyalir banyak yang tidak memiliki izin resmi.

Kurang peduli dan tutup matanya aparat setempat terhadap praktek ini, membuat penambangan pasir liar tersebut masih beroperasi hingga saat ini.

Terlebih tambang dan galian yang tidak mengantongi izin atau pelaku usahanya membandel dan tidak mengindahkan aturan, dampaknya bisa berbahaya bagi siapa saja.

Padahal jelas dalam Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, setiap orang yang melakukan usaha penambangan wajib memiliki IUP, IPR atau IUPK.

Saat dikonfirmasi, pihak desa melalui salah seorang aparat desa yang ditemui mengatakan tidak tau menahu tentang galian pasir tersebut, karena yang tau hanya sekdes.

Berdasarkan temuan di lapangan, galian pasir di wilayah Desa Cirende tersebut diketahui milik Haji Entis. Bahkan saat ini meluas sampai galian manual.

Yang sangat sayang, kegiatan tambang pasir tak berizin tersebut terkesan dibiaran. Disinyalir hal ini sengaja dibiarkan oleh Pemdes Cirende. Padahal, dampaknya dapat merusak lingkungan.

Ironisnya lagi, ada indikasi oknum Pemdes Cirende ikut bermain dalam kegiatan tambang pasir ilegal tersebut.

Sekdes Cirende, Rohmat ketika dikonfirmasi terkait galian pasir itu terlihat enggan memberikan jawaban. “Kata siapa saya sekdes? Saya bukan sekdes,” kata Rohmat tak respon dengan pertanyaan.

Dalam Pasal 158 Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara disebutkan, setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK terancam hukuman maksimal 10 tahun dan denda Rp. 10 miliar.

Hingga berita diturunkan, belum ada pihak yang lebih berkompeten yang bersedia memberikan keterangan akan maraknya penambangan liar di desa tersebut. Acep – Purwakarta

Facebook Comments
Baca Juga:  Investigasi Gudang Mencurigakan, Empat Wartawan Puskominfo Indonesia di Jawa Timur Disekap, Kamera Dirampas Penjaga
%d bloggers like this: