Tak Biasa, Ini Tujuh Perbedaan Pelaksanaan Detik-Detik Proklamasi ke-75 di Klaten | Bhayangkara Nusantara

Tak Biasa, Ini Tujuh Perbedaan Pelaksanaan Detik-Detik Proklamasi ke-75 di Klaten

 187 total views

PELAKSANAAN Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Kabupaten Klaten yang dilaksanakan Senin (17/8/20) di Halaman Setda Klaten berlangsung sederhana tapi sangat khidmat.

Jika diamati dengan teliti, upacara yang dipimpin langsung Bupati Klaten Sri Mulyani sebagai Inspektur Upacara yang didampingi Forkompinda lengkap dan pejabat setempat itu terdapat beberapa perbedaan mencolok yang bisa dilihat sekaligus membedakan dengan peringatan upacara detik-detik Proklamasi tahun-tahun silam.

Perbedaan itu di antaranya, para peserta upacara terbatas hanya diikuti unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan ASN di lingkungan Setda Klaten sebanyak kurang lebih 240 orang, dan konfigurasi barisan lurus berbanjar dengan dua orang komandan regu.

Kedua, paskibraka hanya 3 orang. Kesederhanaan lain yang mencolok adalah pasukan pengibar bendera yang dilakukan 3 petugas paskibraka. Umumnya upacara detik-detik Proklamasi meliputi pasukan 17, 8 dan 45, namun tahun ini hanya seorang pembawa bendera didampingi dua petugas pengibar bendera.

Ketiga, lokasi upacara tidak di Alun-Alun Klaten. Lumrahnya detik-detik Proklamasi dilaksanakan di Alun-Alun Klaten dengan mengerahkan 3 sampai 4 ribu peserta. Namun mengingat peserta upacara terbatas, detik-detik Proklamasi dilakukan di Halaman Setda Klaten dengan sederhana.

Keempat, upacara dilaksanakan dua kali. Kali ini upacara dilakukan sebanyak dua kali yakni upacara konvensional di luar ruang yakni di halaman Setda Klaten yang dimulai 07.30 Wib dan upacara secara virtual di dalam ruangan di Ruang B1 Setda Klaten antara Bupati Klaten Sri Mulyani didampingi Forkompinda dan pejabat dengan Presiden Joko Widodo dari Istana Negara.

Kelima menjaga jarak dan bermasker. Masa pandemi Covid-19 ini memaksa pelaksanaaan Upacara Detik-Detik Proklamasi berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat. Baik peserta upacara maupun tamu undangan wajib mengenakan masker dan menjaga jarak untuk menghindari penularan Covid-19.

Baca Juga:  Peringati HUT ke 73 Bhayangkara, Polres Metro Jakarta Barat Gelar Olahraga Bersama di Monas

Keenam, peserta upacara terdiri pejabat ASN Klaten. Upacara Detik-Detik Proklamasi dengan jumlah 240 orang tidak melibatkan staf, melainkan hanya diikuti pejabat eselon III dan IV. Tidak ada unsul pelajar, mahasiswa maupun ormas.

Terakhir, sambutan Gubernur mengangkat tema Girpasang. Pesan sambutan Gubernur Jawa Tengah yang dibacakan Bupati Klaten Sri Mulyani bermakna dalam bagi peserta upacara. Mengangkat pesan spiritual Mbah Padmo Sudarmo warga Girpasang, Kemalang, Klaten meninggalkan kesan bagi Ganjar Pranowo yang beberapa waktu lalu berkunjung ke sana.

Seperti sedang berguru, Ganjar Pranowo mendapatkan ilmu Urip iku senajan abot tetep kudu dilakoni. Aja sambat aja ngeluh. Aja mandeg senajan sikil wis dhredheg. Sam/Kominfo Klaten

Komentar Anda
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1