Subuh “Berdarah” di Tanjung Redeb Jelang Pilkada, KIPP Berau: “Ada yang Praktekkan Politik ala Machiavelli”

 577 total views,  1 views today

DERETAN peristiwa dugaan tindak pidana menjelang Pilkada Kabupaten Berau terus terjadi. Kali ini, masyarakat Kabupaten Berau kembali dikejutkan kejadian subuh ini di Tanjung Redeb. Seorang pria dibacok lengannya dengan menggunakan senjata tajam.

Peristiwa ini terjadi hanya selang beberapa hari saja setelah beredarnya video bagi-bagi uang untuk memlilih salah satu paslon yang diduga sebagai praktek tindak pidana pemilihan dalam bentuk money politik yang dilakukan salah satu tim paslon.

Peristiwa subuh “berdarah” tesebut diduga kuat berhubungan dengan upaya pemenangan salah satu paslon dalam Pilkada Kabupaten Berau mendatang. Dugaan ini karena adanya koran yang dibagikan yang berisi menyerang pribadi salah satu pasangan calon lainnya.

Baca Juga:  Tak Butuh Waktu Lama Polres Pringsewu Ungkap Kasus Penusukan Kakak Beradik
Baca Juga:  Rugikan Masyarakat, FKM2 Polri Sinergi dengan Pihak Berwajib Tindak Perusahaan Penipu Tenaga Kerja

Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kabupaten Berau, menerima laporan sebuah tindakan kriminal yang terjadi tadi di Kilo 5, Senin (7/12/20). “KIPP Berau menduga ada pihak yang mempraktekkan politik ala Machiavelli dengan menghalalkan berbagai cara untuk memperoleh kekuasaan, dan ini tentu merusak citra demokrasi kita,” kata Ketua KIPP Kabupaten Berau, Nurhadi Setiawan.

KIPP berharap kepada pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut. Apa motif dari pembacokan itu, siapa pelakunya, dan siapa aktor di balik peristiwa tersebut.

KIPP juga menegaskan agar pihak penegak hukum harus menyelidiki dugaan apakah peristiwa tersebut mengandung unsur kampanye hitam terkait dengan koran yang berisi dugaan sebuah tuduhan terhadap salah satu keluarga dari pasangan calon lainnya dan dibagikan pada jam 3 pagi bertepatan saat hari tenang atau di luar dari jadwal kampanye.

“Kita akan serahkan saja kepada pihak penegak hukum, kita berharap agar penegak hukum mengusut tuntas peristiwa kriminal tersebut, dan semua delik yang terjadi subuh tadi,” ungkap Nurhadi.

Baca Juga:  Unit Reskrim Polsek Pondok Gede Ungkap Kasus Pencurian HP

Nurhadi melanjutkan, pihaknya berharap agar pilkada serentak 2020 di Kabupaten Berau disambut dengan sukacita, karena ini bagian pesta demokrasi 3-5 tahun sekali dan harapannya tidak diwarnai dengan dukacita, apalagi hal yang bisa membuat masyarakat takut.

Pihaknya dari Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) dengan Gerakan Anti Politik Uang (GAPU) akan terus mengawal pilkada 2020 Kabupaten Berau sebagai bagian dari upaya menjunjung tinggi proses demokrasi di Kabupaten Berau dengan Bebas, jujur, dan adil. Andi – Kaltim

Komentar Anda

Bagaimana Reaksi Anda?
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0