Sosialisasi Ganti Rugi Lahan Tambang Emas di Sangihe, PT. TMS Hadirkan Ratusan KK Pemilik Tanah, Warga Kecewa Harga

 870 total views

PT. Tambang Mas Sangihe (TMS) hadirkan ratusan kepala keluarga (KK) pemilik tanah di wilayah Bowone, Kecamatan Tabukan Selatan Tengah dan sekitarnya. Mereka dihadirkan secara marathon dalan rangka sosialisasi terkait ganti rugi lahan tambang emas oleh pihak perusahaan kepada masyarakat pemilik tanah, Senin (22/3/21).

Terpantau bhayangkaranusantara.com sosialisasi ini dihadiri lebih kurang 164 KK pemilik alias tuan tanah. Pada sosialisasi itu Bupati Sangihe diwakili Asisten I Pemkab Sangihe, Drs. Irklis Sombounaung.

Hadir juga dalam kesempatan itu sejumlah tamu undangan di antaranya Kapolres, Kasdim, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, perwakilan Dinas ESDM , unsur Kesbangpol Sangihe serta undangan lainnya.

Pihak TMS kepada bhayangkaranusantara.com melalui public relation, Robertus Priya Husada menjelaskan, sosialisasi itu terkait erat dengan mekanisme dan kesepakatan harga pembebasan lahan tambang emas untuk tahapan kegiatan operasi produksi dari PT. TMS.

“Sosialisasi ini kami gelar secara bertahap selama tiga hari untuk mentaati prokes pencegahan Covid-19, selain membicarakan ganti rugi lahan juga kami jelaskan tentang rekomendasi Analisa Dampak lingkungan (Amdal) serta luas wilayah izin operasi yang mencapai 42 000 Ha,” kata Pak Bob panggilan akrab Robertus Priya Husada, Selasa (23/3/21).

Sementara Asisten I Pemkab Sangihe, Irklis Sombounaung mengatakan, dirinya hadir mewakili bupati. Namun dia enggan mengomentari terkait hal tehnis dalam sosialisasi tersebut. “Kalau terkait rekomendasi Amdal silahkan tanyakan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Irklis juga enggan berkomentar saat diminta tanggapannya soal harga ganti rugi lahan yang dibandrol PT. TMS hanya 50 juta/Ha atau 5 ribu rupiah/meter. “Untuk nominal ganti rugi tanah silakan tanyakan langsung ke pihak TMS,” kata Irklis Sombounaung .

Baca Juga:  Di tengah polemik naiknya kasus Covid 19 secara signifikan , BKD Sangihe bikin pelanggaran prokes
Baca Juga:  LMI Sulut Demo, Tuntut Kejati Selesaikan Kasus Paka-paka Omba

Sejumlah pihak pemilik tanah yang diwawancarai juga mengaku sangat kecewa dengan harga ganti rugi tanah yang hanya Rp. 5000/meter. “Ini sangat mengecewakan dan tidak manusiawi kalau harga ganti rugi tanah cuma seperti ini,” kata Sunaryo Manumpil, warga Desa Bentung, Kecamatan Tabukan Selatan.

Ia berharap pihak TMS dan pemerintah lebih memperhatikan nasib rakyat dan kesejahteraan warga dengan memberikan ganti rugi yang layak dan meminta pihak perusahaan bersikap profesional, bonafide dan transparan dalam membicarakan ganti rugi lahan. Adrianto Sangihe

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
2
+1
0
+1
2
+1
0
+1
0