Skandal Seleksi Calon Paskibraka Manado Bakal Jadi Preseden Buruk Buat Duet AA-RS

 361 total views

SELEKSI calon Pasukan Kibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bakal jadi preseden buruk buat Walikota Manado Andrei Angouw dan Wakil Walikota dr. Richard Sualang (AR-RS).

Bagaimana tidak? Seleksi yang seharusnya berlangsung fair, terbuka dan transparan dinodai permainan kotor sejumlah oknum. Seleksi calon yang masih menyisakan sejumlah persoalan diakui akan menjadi persoalan tersendiri buat AA-RS.

Banyak pihak berharap skandal seleksi capas yang dibumbui dugaan manipulasi dan pemalsuan data antara capas Natalya Thomas dengan Alisia Umar terungkap.

Sebagaimana dikutip dari pernyataan Santia Thomas, hasil seleksi tahap 1 Natalya Thomas berhasil mengungguli rekan-rekanya dan selanjutnya mengikuti seleksi tahap 2.

Seleksi tahap 2 berlangsung selama empat hari, akan tetapi sebelum masuk seleksi, peserta yang lolos tahap 1 dihadirkan di Dispora Kota Manado pukul 8 pagi untuk arahan buat seleksi tahap 2 esok harinya.

Baca Juga:  Dianggap Melenceng, Fadli Zon Digugat IKM
Baca Juga:  Pedagang dan Pengunjung di Pasar Kejobong Masih Abaikan Prokes Covid, Alasan Mulai dari Lupa Sampai Susah Nafas Pakai Masker

Menurut Santia Thomas, Ibunda Natalya Thomas, saat pengarahaan Alisya Umar yang tidak lolos tahap1 tidak muncul. Herannya, keesokkan harinya Alisya Umar datang ke Dispora untuk mengikuti seleksi tahap 2.

Anehnya lagi, Alisya Umar datang tidak bersamaan jam dengan peserta lain,” ujar Santia Thomas dalam testimoni tertulis yang diterima wartawan bhayangkaranusantara.com Sulut, Sabtu (12/4/21) lalu.

Alisya Umar datang di jam yang sudah lewat seleksi phsykotes dan hadir tidak menggunakan nomor dada. Usai seleksi tahap 2 nama Natalya Thomas gugur dan yang lolos ternyata Alisia Umar.

Padahal, sebelumnya yang bersangkutan telah dinyatakan tidak lolos seleksi tahap 1. Aneh bin ajaib, ada apa dengan panitia seleksi?

Sementara Alisya Umar mengatakan kepada Santia Thomas, ia menggantikan siswa dari SMK 2 yang tidak datang karena sakit. Tidak masuk akal jika melihat seleksi tahap 1 diikuti lebih dari 100 siswa/i yang berasal dari seluruh SMAN/SMKN.

Sementara yang dicari hanya 90 orang untuk lanjut di seleksi tahap 2. Peserta seleksi tahap 2 tersisa 89 siswa sebab yang satunya sakit, sejatinya seleksi bisa dilanjutkan walau hanya 89 orang.

“Yang dicari ‘kan hanya 62 orang, lalu mengapa harus digenapi 90 baru dilaksanakan seleksi aneh ‘kan, lebih dari itu anak saya Natalya Thomas yang tidak lolos malah anak yg tidak lolos seleksi tahap pertama, lolos seleksi tahap dua,” ucap Santia penuh tanya.

Sementara itu pihak panitia seleksi Calon Paskibraka Kota Manado tahun 2021 melalui Stery Andi kepada wartawan bhayangkaranusantara.com Sulut mengatakan, Natalya Thomas dinyatakan tidak lolos karena tidak memenuhi syarat.

Tinggi badannya menurut Stery Andy hanya 161 cm, sedangkan Alisia Umar tinggi badannya 163 cm. berbanding terbalik dengan penjelasan Ibu dari Natalya Thomas, diduga ada pemutarbalikan fakta dan pembohongan publik.

Menurutnya, untuk semua proses seleksi baik yang menyangkut berat dan tinggi badan ditangani pihak Dinas Kesehatan Kota Manado. “Hasilnya tinggi badan anak saya 164 cm, tapi saat menjalani pengukuran ulang di Dispora tinggi badan anak saya berkurang menjadi 163 cm,” imbuhnya, Minggu (9/5/21).

Sementara, Stery Andy ketika ditanya tentang adanya dugaan suap membantah hal tersebut. “Saya tidak menemukan adanya praktek-praktek tersebut, kalau pun ada, akan ditindak tegas,” tandasnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Manado Tonny Mamahit ketika ditanya tentang dugaan skandal suap, manipulasi dan pemalsuan data antara Capas Natalya Thomas dan Alisia Umar hingga berita ini tayang, tidak memberi tanggapan sedikit pun.

Di sisi lain Ibunda Natalya Thomas berharap adanya keadilan karena anaknya benar-benar di dzolimi dan jadi korban permainan Pansel Capas dan oknum Kadispora Kota Manado Tonny Mamahit. John-Sulut

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0