Sindikat Spesialis Ketok Nosin dan Noka Ranmor Dibekuk di Pringsewu, Ngaku Belajar Otodidak dari Youtube | Bhayangkara Nusantara

Sindikat Spesialis Ketok Nosin dan Noka Ranmor Dibekuk di Pringsewu, Ngaku Belajar Otodidak dari Youtube

 440 total views

SEORANG spesialis pengetok nomor mesin (nosin) dan nomor rangka (noka) kendaraan bermotor (ranmor) berinisial SO alias Sawir (37) warga Dusun Sukosari, Desa Kalirejo, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah berhasil dibekuk Tekab 308 Sat Reskrim Polres Pringsewu atas dugaan tindak pidana pemalsuan data kendaraan, Senin (16/11/20) lalu.

Selain SO, petugas juga mengamankan RI (48) warga pekon Waluyojati, Kecamatan Pringsewu yang diduga menjual kendaraan bermotor dengan identitas dan dokumen kepemilikan kendaraan yang diduga palsu.

“Kedua pelaku yang berhasil diamankan masuk dalam satu jaringan, SO bertugas mengubah nomor rangka dan mesin, sedangkan RI bertugas menjualnya, “ujar Kasatreskrim AKP Sahril Paison, SH, MH mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, S.I.K, Rabu (18/11/20).

Selain mengamankan kedua pelaku, petugas juga turut mengamankan sejumlah barang bukti yang didapat dari kediaman kedua pelaku tersebut. Dari rumah pelaku RI polisi mendapatkan BB yang belum sempat dijual berupa 4 unit sepeda motor, 4 buah BPKB dan 4 buah STNK.

“Sedangkan dari rumah SO kami dapatkan BB 1 buah mesin gerinda, 1 buah mata bor, 1 buah palu kecil, 4 buah paku (alat ketok angka), 1 buah BPKB Nopol F 6946 FFC, 1 buah STNK Nopol  F 6946 FFC dan 1 buah STNK Nopol B 3881 PIX,” ungkapnya.

Baca Juga:  Awalnya Razia Kos Mesum, Setelah Pintu Dibuka, Si Wanita Punya Barang Ini
Baca Juga:  Sembunyikan Sabu, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Tangkap Menantu "Ratu Dangdut"

Lebih lanjut Sahril menjelaskan, setelah dilakukan proses interogasi di hadapan petugas, pelaku SO mengaku bahwa dirinya baru tiga bulan ini menekuni profesi tukang ketok nomor rangka dan mesin kendaraan bermotor. Ilmu tersebut dipelajarinya secara otodidak dari kanal Youtube.

“Dalam satu minggu pelaku mengaku bisa menyelesaikan sekitar 2 unit sepeda motor dan dari pekerjaan tersebut pelaku mendapatkan keuntungan 400 ribu per unit sepeda motor,” jelasnya.

Menurut pelaku, tambah Kasat, semua sepeda motor berikut dokumen (STNK dan BPKB) tersebut merupakan milik temanya DK (DPO) dan ia hanya disuruh mengubah nomor mesin dan rangka sesuai dengan STNK dan BPKB yang ada.

Setelah selesai proses perubahan nomor rangka dan nomor mesin sebagian kendaraan diambil kembali oleh DK, dan sebagian oleh SO di serahkan kepada pelaku RI untuk dijualkan.

Secara terpisah pelaku RI mengaku, dalam setiap penjualan dirinya mendapatkan keuntungan 500 ribu per unit, dimana oleh pelaku sepeda motor tersebut dijual melalui aplikasi sosial media Facebook dengan nama akun “Ratih” dan dijual secara COD.

Kegiatan tersebut sudah dijalaninya sekitar tiga bulan ini, rata rata kendaraan tersebut dijual dengan harga berkisar 8,5 juta tergantung kondisi dan merk kendaraan, dan kurang lebih sudah ada 5 unit sepeda motor yang dijual oleh pelaku.

Baca Juga:  Penyelundupan Narkoba Lintas Provinsi Digagalkan, Polres Jakbar Ungkap Modusnya Seperti Ini

Akibat aksi kejahatan tersebut banyak warga yang terhambat saat memperpanjang dokumen-dokumen tersebut. Penyebabnya, kata dia, karena petugas menemukan dokumen yang tidak sesuai.

“Kami mengimbau apabila membeli kendaraan harus dicek keaslian dokumen. Dicek ke Samsat, bisa jadi dokumen asli tapi dipalsukan. Ada beberapa bagian yang hanya diketahui petugas, sedangkan masyarakat sulit mengetahuinya,” imbuhnya.

Sambungnya, Kasatreskrim, saat ini pihaknya tengah melakukan pengembangan atas pengungkapan perkara tersebut. “Untuk mempermudah proses pemeriksaan saat ini kedua pelaku sudah kami lakukan proses penahanan di Mapolres Pringsewu dan untuk proses hukum selanjutnya terhadap kedua pelaku kami jerat dengan pasal 264 Ayat 1 dan atau Pasal 266 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” pungkasnya. Joko – Pringsewu

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0