Sidang Perkara Tanah di PN Sampang, Kebenaran Mulai Berpihak kepada Supatmi | Bhayangkara Nusantara

Sidang Perkara Tanah di PN Sampang, Kebenaran Mulai Berpihak kepada Supatmi

 290 total views

SIDANG pembuktian surat para Tergugat atas Penggugat dalam perkara perdata tanah yang terletak di Desa Ketapang Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur digelar Pengadilan Negeri (PN) Sampang, Selasa (20/10/20).

Supatmi selaku pemilik sah tanah, menggugat para Tergugat melalui Kuasa Hukumnya, Moh Taufik MD, S.I.Kom, S.H, MH sejak 6 Juli 2020 lalu di PN Sampang. Dalam sidang terpantau, hadir para Tergugat, kecuali Tergugat 2 Sukiman Hartanto.

Kasus ini lambat laun mulai membuahkan hasil. Pada sidang ke 5 kali ini, kebenaran mulai terlihat berpihak kepada Penggugat. Pasalnya pembuktian surat Tergugat 3 membenarkan dan menguatkan gugatan Penggugat bahwa tanah yang terletak di desa tersebut seluas 7700 m2 dengan nomor persil 3518 adalah hak milik atas nama Supatmi binti Satrija.

Sidang ini dipimpin langsung Ketua Majelis Hakim PN Sampang Afrizal, SH, MH didampingi Hakim Anggota Juwanda Wijaya, SH dan Silviananda Putri, SH dengan panitera pengganti Abdurrohman, SH. Persidangan kali ini sangat objektif dan terbuka sehingga membuat semua pihak yang hadir puas, khususnya tim Kuasa Hukum Penggugat.

Baca Juga:  Pembangunan Rabat Beton di Hula Timbaan, Kabupaten Simalungun Bermasalah?

Ketua Majelis Hakim PN Sampang Afrizal, SH, MH menjelaskan, sidang ini terbuka untuk umum dan sidang pembuktian surat dari Tergugat. Dalam sidang Tergugat 1 memberikan surat pembuktian sebanyak empat bukti dan Tergugat 3 sebanyak tiga bukti. 

“Sidang ini sudah berlangsung sebanyak lima kali, semoga kita dan semua tim diberi kesehatan untuk menjalankan persidangan ini hingga sidang putusan,“ jelas Afrizal.

Usai sidang, Kepala Desa Ketapang Barat, Mohammad Rosid selaku Tergugat 3 saat diwawancarai tank banyak memberikan keterangan. “Ssaya akan bersikap kooperatif sebagai kepala desa, dan silakan bila perlu bukti-bukti akan saya siapkan. Harapan saya semoga perkara ini cepat selesai sehingga saya gak dipanggil terus oleh pihak pengadilan,” ucapnya.

Sementara, Kuasa Hukum Penggugat, Moh Taufik MD, S.I.Kom, SH, MH menyampaikan, agenda sidang kali ini penyerahan bukti surat dari Tergugat 3, yakni kades. “Di petok letter C atau buku desa memang ada fakta-fakta. Saya meyakini yang benar bahwa itu hak klien kami, sehingga majelis hakim tetap objektif menilai tentang itu,” ucapnya.

Baca Juga:  Klarifikasi Tim Panitia Tender Terkait Sanggahan Lelang Trans Waterpark

Sebagai kuasa Penggugat, Taufik berharap majelis hakim yang juga ketua pengadilan yang memeriksa dan menangani perkara itu bisa memenangkan pihaknya. “Perkara ini sudah bertahun-tahun dan bukti bukti sudah jelas di petok desa,” jelasnya.

Lanjut taufik, sebelumnya sudah jelas, mengingatkan kepada Tergugat 1 untuk tidak beli tanah di lokasi itu, karena itu bukan haknya. “Tapi tetap saja membeli kepada oknum yang mengaku bahwa tanah itu milik dia,” ujarnya.

Hal itu terbukti dari adanya dugaan pemalsuan surat. Namun setelah dikonfirmasi ke pemerintah desa, diakui bahwa pemdes tidak pernah menandatangani berkas tersebut. “Saya konfirmasi ke pemerintah desa, tidak ada tanda tangan dari pemerintah desa,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Taufik, pihaknya meminta PN Sampang mendalami kasus ini karena diduga ada sesuatu yang janggal dalam proses penerbitan sertifikat.

“Dalam petok itu kan masih resmi, juga kami ada kata kunci dari Tergugat 3 yang diwakili kades, tidak ada perubahan atas tanah itu bahkan pihak desa tidak pernah tandatangan dalam proses sertifikat, dan kita sudah tau kalau di warkah ada surat sporadik dan surat keterangan riwayat tanah,” tegasnya. BN01/UMAR – SAMPANG

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0