Seorang Pelajar menjadi Terduga Atas Penganiayaan Terhadap Perempuan

 172 total views

Bhayangkaranusantara.com,-Minahasa – Kapolres Minahasa AKBP Tommy Bambang Souissa SIK memberikan keterangan resmi kepada awak media dalam Konferensi Pers, usai Anggotanya viral di media sosial karena ribut dengan pelajar SMA yang sedang lagi mabuk akibat miras di Tondano, yang terjadi di Terminal Tondano, Senin,(01/11/21) kemarin.

Souissa kepada wartawan dalam Konferensi Pers Selasa (02/11/21) siang mengatakan, pihaknya sudah mengambil keterangan kepada anggotanya tersebut  adalah Kapolsek Toulimambot IPTU Jener Robinhood Sinaga.

Baca Juga:  Viral Dugaan Mal Praktik Bidan Desa di OKU Selatan, Ini Klarifikasinya…

Menurutnya, keributan itu terjadi karena pelajar yang kini menjadi terduga pelaku dan ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan, tidak terima ditegur Kapolsek Sinaga. Sebab, sebelum ribut dengan Kapolsek, pelajar SMA tersebut terlebih dahulu sudah melakukan penganiayaan terhadap perempuan Meike Sarapung dan salah satu pelajar lainnya bernama Jonatan Malu.

“Sebelum adu mulut, sudah terjadi pemukulan terlebih dahulu oleh pelajar tersebut pada seorang ibu di mobil angkutan umum di terminal. Anggota kami yakni Kapolsek Sinaga kebetulan waktu itu sedang potong rambut di salah satu tempat potong rambut didekat terminal. Dia mendapat laporan warga bahwa ada kasus penganiayaan di terminal. Dia lalu mendatangi TKP dan bermaksud menangani persoalan tersebut namun tak diterima oleh terduga pelaku sehingga akhirnya terjadi cekcok,” terang Kapolres, yang kala itu didampingi Wakapolres Kompol Edwin Hariawang.

Baca Juga:  Masyarakat: "Usut Korupsi di Pemkot Tomohon"

Lanjut kata Kapolres, pihaknya sementara melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut dan sementara melakukan pengejaran terhadap salah satu pelajar yang melakukan penganiayaan itu hingga saat ini.

“Saat ini salah satu pelaku sementara kita kejar, sebab ibu yang jadi korban pemukulan dan salah satu siswa di angkot itu sudah membuat laporan ke SPKT Polres Minahasa. Motiv apa yang melatar belakangi oknum pelajar tersebut sampai berani melakukan hal tersebut dan soal pelaku menganiaya beberapa warga di sekitar situ, nanti akan disampaikan kemudian,” ujarnya.

Souissa menambahkan, dalam video tersebut ada dua pelajar dan salah satunya adalah anak anggota polisi yang sekarang bertugas di bagian SDM Polres Tomohon.

“Ada salah satu oknum pelajar yang mengenakan jaket hitam sementara dalam pengaruh miras. Ada juga pemukulan kepada Kapolsek di bagian perut dan dada. Orang tua pelajar terduga pelaku tersebut sudah dihubungi dan berjanji akan mengantar anak tersebut ke Polres Minahasa. Jadi kita tunggu saja itikad baiknya untuk bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara, disinggung soal adanya dugaan pemukulan oleh Kapolsek terhadap salah satu oknum pelajar, Kapolres Souissa membantah namun tak menampik. Menurutnya, oknum pelajar yang berdarah di hidung tersebut bisa jadi karena terbentur saat aksi dorong mendorong.

“Untuk pelajar yang berdarah di bagian hidung, menurut Kapolsek bahwa dia tidak melakukan pemukulan. Jadi, bisa saja ada ketidaksengajaan sehingga pelajar tersebut terdorong dan terbentur pada suatu benda kemudian berdarah,” tukasnya.

Sebelumnya, sempat viral di media sosial facebook Moleo Polda Sulut Fans Club 86, rekaman video pelajar salah satu SMA di Tondano sedang ribut dengan anggota Polisi berseragam, berdurasi 2,8 menit.

Nampak  dalam video tersebut, seorang anak berpakaian seragam sekolah putih abu-abu sedang adu argumen dengan seorang polisi sambil menunjuk-nunjuk ke wajah anggota polisi tersebut.

Terlihat dalam video itu juga, salah seorang yang diduga juga sebagai pelajar yang mengenakan jaket berwarna hitam dan diduga dipengaruhi miras, mendekati dan mendorong anggota polisi berseragam lengkap.

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0