Seminar Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Bangkalan

 113 total views

KETUA TP-PKK Kabupaten Bangkalan, Zaenab Zuraidah Latif, SE jadi pemateri dalam Seminar Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak bagi Organisasi Wanita yang digelar di Aula PKPN Bangkalan, Selasa (23/3/21).

Acara seminar dibuka Wakil Bupati Bangkalan H. Mohni, MM dihadiri Kepala Dinas KBPP & PA Kabupaten Bangkalan Dra. R. Amina Rachmawati, M.Si, dan Prof Dr. Isa Ansori, M.Psy dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) sebagai pemateri ke 2.

Seminar ini melibatkan peserta 85 orang dari TP-PKK Kabupaten, Dharmawanita, Persit Candra Kirana, Bhayangkari, Jalasenastri, Muslimat, Fatayat, Aisyah, Pekka dan lainya. Tampak hadir bersama Zaenab, Putri Mahkota Nayla Firadis Latif.

Kepala Dinas KBPP & PA Kabupaten Bangkalan Dra. R. Amina Rachmawati, M.Si dalam materinya menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan penyelenggaraan seminar ini untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan organisasi wanita tentang Undang-Undang No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UU No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

Baca Juga:  Jabatan Sekda Kota Tomohon Diperpanjang, Jemmy Ringkuangan: Terima Kasih Gubernur
Baca Juga:  Peringati HSN, Santri Pringsewu Gelar GSS

“Selain itu meningkatkan kapasitas perempuan sebagai organisasi masyarakat yang mandiri terampil dan memiliki pengetahuan luas agar dapat berperan serta dalam pembangunan pemberdayaan perempuan menuju terwujudnya kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara Zaenab Zuraidah dalam materinya menjabarkan tentang cara memutus mata rantai nasib buruk agar supaya tidak terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Dimulai dari diri kita sendiri, mari perbaiki diri kita dan terus memperbarui ilmu pengetahuan tentang pendidikan, kesehatan, upaya peningkatan ekonomi, yang terpenting kembali ke agama ‘Islam’ yang benar, tidak hanya sholat dan mengaji,” ungkapnya.

“Alangkah lebih eloknya semua itu juga disertai dasar sikap perilaku yang mempunyai norma kehidupan, memanusiakan manusia dan menghargai makhluk Allah lainnya, tak meremehkan siapapun tanpa kecuali,” tambah Zaezura, sapaan akrabnya.

Zaenab yang juga istri Bupati Bangkalan berpesan, tanamkan rasa syukur yang tercipta lewat bahagia jiwa, bahagia raga, otomatis kita akan bisa jadi manusia yang berprilaku baik, berucap baik, dan beretika baik sehingga terjadilah tatakrama yang bijak dalam setiap hal. Jika sudah melakukan hal tersebut, akan bisa menekan angka kekerasan dan kedzoliman.

“Jangan rebut dan ambil hak bahagia anak, jangan ambil rizki harta anak, berumah tangga atau belum kita tetap akan tumbuh menuju usia tambah. Jadi bukan alasan umur kita bisa memahami keadaan hidup. Oleh karena itu jangan malu jika kita juga belajar pada orang yang usianya di bawah kita. Termasuk saya juga masih belajar pada anak anak usia di bawah saya termasuk ke anak saya sendiri,” papar Zaezura.

Zaezura sendiri mengaku, dirinya terus mengevaluasi, apa yang harus diperbaiki, apa yang harus ditambahkan dan apa yang harus dikuranginya untuk bisa menjadi manusia yang lebih baik dan benar tanpa menyakiti siapapun termasuk diri sendiri. “Saya bahagia dan saya penebar bahagia,” tutupnya. Waid/MCM – Bangkalan

Komentar Anda
+1
1
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0