Satgas Merah Putih Polri Kembali Bongkar Peredaran Narkotika, Ini Tersangka dan Barang Buktinya | Bhayangkara Nusantara

Satgas Merah Putih Polri Kembali Bongkar Peredaran Narkotika, Ini Tersangka dan Barang Buktinya

 568 total views

SATGAS Merah Putih Polri kembali membongkar kasus peredaran “barang haram” narkotika jaringan internasional. Sebanyak 2,5 ton sabu-sabu diamankan. Barang bukti sebanyak itu didapatkan dari penindakan di sejumlah tempat.

Dalam kasus ini, Satgas Merah Putih Polri berhasil menangkap total 18 tersangka, terdiri dari 17 WNI dan 1 WN Nigeria. Para tersangka ditangkap di Meulaboh, Aceh Barat pada 15 April 2021 malam.

“Kalau kita lihat dari sisi bahayanya, dengan kita amankan 2,5 ton narkoba ini maka bisa kurang lebih 10,1 juta jiwa masyarakat kita selamatkan,” ujar Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers pengungkapan kasus narkoba di Mabes Polri, Rabu (28/4/21).

Turut hadir dalam konferensi pers ini Menkeu Sri Mulyani, Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto serta jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN).

Baca Juga:  Kapolri dan Pemuda Masjid Siap Kerjasama Perangi Radikalisme dan Intoleransi
Baca Juga:  Kunker ke Mapolres Bengkulu Selatan, Kapolda Bengkulu: "Kepolisian Wajib Netral dalam Pesta Demokrasi"

Kapolri mengungkapkan, sabu seberat 2,5 ton tersebut disimpan di bak fiber di sebuah rumah di Lorong Kemakmuran, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Ini bukan kali pertama Satgas Merah Putih mengungkap jaringan besar narkotika. Sebelumnya pada Juli 2017 tim gabungan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok berhasil mengungkap perjalanan satu ton sabu yang berasal dari China di Anyer.

Berdasarkan temuan tersebut, Polri menyadari bahwa perkembangan perdagangan narkotika jenis sabu sangat masif masuk ke Indonesia melalui jalur laut.

Untuk itu Polri membentuk Satgassus Merah Putih yang bertugas membendung potensi perdagangan narkotika yang cukup masif masuk ke Indonesia dari luar negeri.

Pada Mei 2020 Satgassus Polri berhasil mengungkap penyelundupan sabu seberat 821 kg di Pelabuhan Ratu. Selanjutnya pada Juni 2020 berhasil mengungkap 400 kg sabu di wilayah Sukabumi.

Kemudian pada Desember 2020 Satgassus berhasil mengungkap jaringan narkoba internasional dengan barang bukti 200 kg sabu-sabu di wilayah Petamburan Jakarta.

Berdasarkan penangkapan yang dilakukan pada 2020 tersebut didapatkan bahwa pemasok utama sabu ke Indonesia dengan jumlah yang masif berasal dari Timur Tengah. Saat ini Satgassus masih mengembangkan kasus tersebut.

Para tersangka ditahan dengan jeratan Pasal 114 ayat (2) subsider pasal 113 ayat (2) lebih subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancamannya pidana mati, penjara seumur hidup, penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana ayat 1 ditambah 1/3. BN01 – Jakarta

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0