Satbinmas Polres Sragen Berikan Penyuluhan dan Pembinaan untuk Remaja di Kecamatan Tanon

Satbinmas Polres Sragen Berikan Penyuluhan dan Pembinaan untuk Remaja di Kecamatan Tanon

PENYULUHAN dan Pembinaan untuk Remaja, Pemuda dan Wanita Desa Suwatu tentang mengantisipasi aksi premanisme, radikalisme, anti Pancasila, penyalahgunaan narkoba, penyakit masyarakat, kenakalan remaja dan tertib berlalu lintas digelar Satbinmas Polres Sragen di Balai Desa Suwatu, Kecamatan Tanon, Kamis (6/8/20).

Hadir juga dalam giat tersebut Babinsa Koramil 19/Tanon Kodim 0725/Sragen Koptu Gatot Kusworo. Dalam penyuluhan disebutkan, kriteria radikal menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 yang pertama adalah anti-Pancasila, anti-kebinekaan, anti-NKRI dan anti-Undang-Undang Dasar 45.

Kemudian kelompok radikal tersebut lebih memilih ideologi tertentu dibanding Pancasila. Padahal, menurutnya, Pancasila sebagai dasar negara sudah disepakati seluruh rakyat Indonesia dan para pendiri bangsa.

“Mereka anti-Pancasila, tidak mau negara Indonesia berdasarkan asas Pancasila. Tetapi maunya adalah mereka ingin mengubah negara Indonesia yang Pancasila menjadi negara khilafah. Mereka juga anti dengan Bhinneka Tunggal Ika yang ada di Indonesia. Seseorang atau kelompok yang terpapar paham radikal tak mau ada banyak perbedaan,” jelasnya.

Namun demikian ciri-ciri orang yang terpapar paham radikal tidak bisa dilihat dari cara berpakaian. “Tidak bisa ciri-ciri radikal itu dilihat dari pakaian, dari penampilan, tidak bisa,” ujarnya.

Karena keyakinan dari mereka yang meyakini faham Radikalisme, maka generasi muda sekarang harus benr-benar bisa membedakan keyakinan tersebut bahwa kita hidup di Negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan NKRI.

“Jangan mau dipecah pecah, apalagi dimasuki faham yang Radikalisme,” tandasnya. Iwan/Maryo – Solo Raya

Facebook Comments
Baca Juga:  Rutan Kelas II B Boyolali, Jateng Tangkal Virus Corona Bersama Warga Binaan
%d bloggers like this: