Sangihe Dihantam Tiupan La Nina, Tamboto Ingatkan Nelayan Waspadai Gelombang Laut Ini | Bhayangkara Nusantara

Sangihe Dihantam Tiupan La Nina, Tamboto Ingatkan Nelayan Waspadai Gelombang Laut Ini

 367 total views

FENOMENA alam yang sering terjadi seperti tiupan angin kencang di sertai ombak besar yang lebih dikenal dengan nama Badai La Nina terjadi di perairan Sangihe sejak Senin (19/10/20). Wilayah pesisir Pantai Teluk Tahuna diterjang angin kencang disertai ombak besar dengan ketinggian mencapai dua meter lebih melewati teluk pemecah ombak dan naik ke badan jalan bahkan sempat mengganggu transportasi di jalur Jalan Boulevard, Kelurahan Tidore, Tahuna Timur.

Melihat fenomena alam yang ekstrim dan berbahaya ini, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sangihe, Reince Tamboto mengimbau kepada semua nelayan Sangihe, baik nelayan budidaya ikan air laut maupun nelayan tangkap agar dapat memperhatikan keadaan cuaca dan ombak besar serta tetap waspada, karena suatu waktu dapat terjadi gelombang laut yang lebih tinggi. “Diharapkan para nelayan untuk memperhatikan cuaca dan gelombang laut yang ekstrim dan berbahaya ini,” kata Tamboto.

Sementara Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Dylan Palendeng mengingatkan kepada pembudidaya ikan air laut agar antisipatif melihat ancaman dari dampak badai La Nina ini. Karena perikanan budidaya ikan air laut yang menggunakan keramba jaring apung harus ditarik lebih ke dalam agar aman dari hantaman ombak.

Untuk budidaya perikanan air laut di Sangihe hanya tersebar di empat wilayah kecamatan, masing-masing Kecamatan Tabukan Tengah, Tabukan Selatan, Tabukan Selatan Tengah dan Manganitu Selatan. Karena di empat wilayah ini populasi air laut sangat bersih dan sehat, sehingga cocok sekali untuk budidaya ikan air laut. “Sedangkan untuk pembudidaya rumput laut mereka selalu waspada dan lebih mengantisipasi faktor cuaca buruk. Mereka tidak akan menanam rumput laut pada saat cuaca buruk, jelas Palendeng.

Baca Juga:  Banjir Jabodetabek: Korban Meninggal Bertambah, Jadi 67 Orang dan Satu Hilang

Menanggapi situasi cuaca ekstrem ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sangihe, Rivo Pudihang mengimbau agar masyarakat Sangihe tetap melakukan koordinasi dengan dinas terkait saat akan berangkat maupun melakukan aktivitas melaut lainnya.

“Waspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi setiap waktu. Waspadai dampak angin kencang hindari area perkebunan yang bisa terjadi pohon tumbang. Waspadai dan hindari areal bebukitan dan tebing yang rawan longsor,” katanya. Adrianto – Sangihe

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0