Relawan Pemakaman Jenazah Covid-19 di Klaten Niatkan Lelah Jadi “Lillahi Ta’ala” – Bhayangkara Nusantara
Relawan Pemakaman Jenazah Covid-19 di Klaten Niatkan Lelah Jadi “Lillahi Ta’ala”

Relawan Pemakaman Jenazah Covid-19 di Klaten Niatkan Lelah Jadi “Lillahi Ta’ala”

 113 total views,  1 views today

SEJAK Kabupaten Klaten berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19 dan beberapa warganya dirawat dan meninggal berasal dari zona merah terkait Covid-19, membuat masyarakat resah, sehingga untuk itu diperlukan proses pemakaman yang aman.

Hingga awal September, tercatat jenazah warga Klaten yang dimakamkan dengan prosedur Covid-19 sudah mencapai angka ratusan. Proses pemakaman jenazah warga tersebut dilakukan dengan standar khusus yang memastikan berjalan aman dan tidak berpotensi menimbulkan penularan selanjutnya.

Adalah Tim Relawan Pemakaman Jenazah Kabupaten Klaten yang siap bekerja siang dan malam menjalankan tugas kemanusiaan tersebut. Tim yang terdiri dari berbagai potensi relawan di Klaten tersebut telah terlatih dan dibekali dengan standar operasional prosedur pemakaman jenazah yang aman.

”Kami para relawan memiliki prosedur yang ketat dalam pemakaman jenazah berprotokol Covid-19 ini. Dari tim berangkat sampai proses pemakaman dan kembali lagi, kita terapkan prosedur yang ketat untuk memastikan para relawan aman dan juga pemakaman aman,” jelas Koordinator Tim Relawan Pemakaman Jenazah Klaten, Sasongko Agung, Selasa (8/9/20).

Agung menceritakan, di balik tugas pemakaman jenazah tersebut terdapat beberapa tim yang mendukung. Ketika tim memperoleh informasi mengenai adanya jenazah yang hendak dimakamkan dengan prosedur Covid-19, dari rumah sakit maupun Dinas Kesehatan Klaten, setelah informasi dan data didapat, barulah kemudian tim melakukan koordinasi terkait teknis pemakaman.

Koordinator tim pemakaman kemudian membagi anggota yang akan bertugas. Pertama tim perintis yang terdiri sekitar dua orang akan diterjunkan baik ke lokasi pemakaman dan rumah sakit untuk mempermudah koordinasi. Kemudian ada satu tim supporting yang akan berkoordinasi dengan tim perintis terkait jalur yang akan dilalui dan sebagai back-up tim eksekutor.

Baca Juga:  Lembaga Tatar Sunda, FOKAN dan GMDM Satukan Komitmen dalam P4GN

“Tim eksekutor terdiri dari 8 orang, satu driver, satu untuk dekontaminasi, dan enam lainnya bertugas sebagai eksekutor, transport pengangkatan jenazah, memasukan ke liang lahat dan pengurukan. Barulah lokasi dan tim didekontaminasi agar aman,” imbuhnya

Setelah pemakaman jenazah selesai dilakukan, kemudian tim akan didekontaminasi lagi secara khusus oleh tim dekontaminasi yang terdiri dari 7 orang. Proses dekontaminasi ini berada di tempat khusus, dengan tiga tahap yaitu menggunakan klorin, sabun khusus, dan air bertekanan tinggi. Barulah proses pelepasan Alat Pelindung Diri (APD) tim eksekutor oleh tim dekontaminasi yang juga mengenakan APD sejenis.

Setelah selesai proses tersebut, tim yang bertugas akan mandi, lalu kembali ke posko di Kantor SAR Klaten. Peran yang tak kalah penting selanjutnya adalah tim dapur umum. Tim ini hadir memastikan kebutuhan asupan gizi para relawan setelah melakukan operasi terpenuhi sehingga dapat mendukung kegiatan operasi menjadi lebih optimal.

Sebagai informasi, pemakaian APD para petugas pun diberi batasan waktu penggunaan. Apabila sudah melebih waktu yang ditentukan, maka petugas akan diganti petugas baru. Selain itu, untuk tim eksekutor setelah bertugas akan diistirahatkan minimal 1 x 24 jam. Khusus untuk pemakaman kasus terkonfirmasi positif minimal 2 x 24 jam.

Para relawan pemakaman jenazah Klaten bekerja secara ikhlas dan bersemangat dalam menjalankan tugas kemanusiaan tersebut. “Teman-teman bekerja dengan semangat tanpa pamrih, harapannya mereka cuma satu yaitu lelahnya jadi lillaahi ta’ala. Mereka ikhlas dalam bekerja,” pungkasnya. Iwan/Sam/Kominfo Klaten

Komentar Anda

Bagaimana Reaksi Anda?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1