Rapim Polri 2021, Kabaharkam Jabarkan Tentang ATHG | Bhayangkara Nusantara

Rapim Polri 2021, Kabaharkam Jabarkan Tentang ATHG

 952 total views

KEPALA Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Agus Andrianto memberikan pengarahan pada Rapat Pimpinan (Rapim) Polri Tahun 2021 di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (17/2/21).

Dalam kesempatan ini, Kabaharkam menyampaikan materi tentang “Strategi Baharkam Polri Menuju Transformasi Polri yang Presisi Melalui Pergelaran Pasukan Guna Mendukung Penanggulangan Covid-19 yang Paripurna dalam Rangka Terwujudnya Harkamtibmas Kondusif Tahun 2021”.

Kabaharkam mengatakan, sudah banyak yang disampaikan Presiden terkait arah kebijakan Presiden pada saat pembukaan rapim TNI-Polri, dan pengarahan Kapolri, Menteri perekonomian, Menkopolhukam, Mendagri, Menkeu.

“Saya merasa yakin berkat pengalaman dari seluruh personel di wilayah menjadi modal yang cukup dalam rangka menyikapi program dan kebijakan Kapolri yang Presisi,” kata Komjen Pol Agus Andrianto.

Komjen Pol Agus Andrianto menjelaskan, dahulu terdapat istilah ATHG (ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan) yang saat ini menjadi tantangan yang akan dihadapi jajaran kepolisian dan pemerintah memiliki harapan terhadap TNI-Polri di dalam upaya untuk terpeliharanya Kamdagri.

Kemudian juga di tengah-tengah dinamika yang ada di masyarakat, menurutny, personel Polri harus mampu memprediksi apa yang dapat berpotensi menjadi ancaman yang akan terjadi dan dihadapi di tahun 2021.

Covid

Baca Juga:  Baharkam Polri Ingatkan, "Paksa Diri Mudik, Bawa Virus Mematikan ke Kampung Halaman"
Baca Juga:  Melalui Vicon, Kabaharkam Polri Wakili Kapolri Ikut Rakor Pimpinan Menko PMK

“Prediksi dari Kabaintelkam yang sudah disampaikan sebelumnya, diharapkan untuk dijadikan pedoman dan acuan dalam menyusun rencana kegiatan dan rencana kerja,” ungkapnya.

Dalam menyusun rancangan kegiatan dan rancangan kerja, Komjen Agus berharap para Kepala Satuan Kewilayahan (Kasatwil: Kapolda dan Kapolres) untuk melakukan analisa dan evalusai (Anev) situasi kamtibmas di samping perkiraan intelijen yang dilakukan masing-masing satuan kewilayahan dikaitkan dengan kalender kamtibmas.

“Penyusunan rencana kerja mengacu pada kalender kamtibmas statis dan dinamis, dengan memperhatikan agenda nasional maupun agenda lokal, termasuk juga dinamika kegiatan masyarakat di wilayah masing-masing,” terangnya.

Sementara dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, Komjen Agus menjabarkan, Baharkam Polri juga memiliki tanggung jawab dalam Operasi Satgas Aman Nusa II terkait bencana yang terjadi di dalam negeri.

Kabaharkam Polri berpesan, di saat Polri sedang melakukan upaya dalam penanganan Covid-19 dan upaya dalam membantu pemulihan ekonomi nasional, jajaran Baharkam Polri dapat mengantisipasi bencana-bencana lain yang berpotensi muncul seperti di saat musim hujan sekarang ini yang dapat menyebabkan terjadinya banjir, longsor, atau angin puting beliung.

Covid

Baca Juga:  Semalam, Perwira PMJ Datangi Warga di Pejaten Barat, Kapolda Metro Jaya Titip Salam

Sementara terkait musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juni atau Juli, Kabaharkam mengatensikan agar kiranya bagi wilayah-wilayah yang memiliki kerawanan terjadinya Karhutla mulai dari sekarang membuat langkah-langkah antisipasi sehingga dapat memberikan kontribusi maksimal sesuai dengan harapan dan fokus membantu pemerintah dalam percepatan penanganan pandemi Covid-19.

Selanjutnya Agus mengingatkan terkait profesionalitas, sinergitas, dan soliditas yang harus diwujudkan seluruh personel sesuai dengan harapan pimpinan TNI-Polri. Di dalam internal Polri, hendaknya masing-masing personel Polri harus dapat memposisikan diri, mengetahui, dan memahami tupoksi.

Agus mengatakan, berbekal pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki dan di mana pun personel Polri bertugas, diharapkan mampu melaksanakan tugas secara profesional, harus satu garis lurus dengan kebijakan Presiden dan Kapolri, jangan sampai berbeda-beda.

“Polri harus solid secara internal, sebelum menjalin soliditas secara eksternal. Karena jika belum dapat mewujudkan soliditas internal, maka akan sulit dalam menjalin dan mewujudkan soliditas eksternal dengan satuan maupun lembaga yang lain,” tegas Komjen Pol Agus Andrianto.

“Profesionalisme, sinergitas, dan soliditas internal menjamin tegaknya institusi, karena tegaknya institusi tentunya akan memberikan jaminan terhadap keutuhan dan kesatuan NKRI,” katanya mengakhiri, BN01 – Jakarta

Komentar Anda
+1
0
+1
3
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0