Rakor Pelaksanaan dan Evaluasi PPKM Mikro Kabupaten Gresik, Kinerja Kades Jadi Sorotan

 203 total views

RAPAT koordinasi (rakor) dalam rangka pelaksanaan dan evaluasi PPKM Skala Mikro Kabupaten Gresik digelar di halaman Parkir Pemkab Gresik, Rabu (28/4/21).

Rakor ini dihadiri Forkopimda Gresik antara lain Bupati Gresik H. Fandi Ahmad Yani, SE, Wakil Bupati Hj. Aminatun Habibah, MPd, Dandim 0817 Letkol Inf Taufik Ismail, S.Sos. M.I.Pol dan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, SH, S.I.K, MM.

Hadir juga dalam rakor Kajari Gresik Heru Winoto, SH, MH, Ketua PN Gresik Wiwin Arodahwati, SH, MH, Asisten III Tursilowanto Hariogi, ST, MSi, Kepala BPN Dr. Asep Heri, jajaran OPD Kabupaten Gresik, para Camat dan Kades se-Kabupaten Gresik.

Bupati Gresik dalam sambutannya mengajak seluruh kades untuk mensosialisaikan terkait penyebaran Covid-19, karena saat ini Kabupaten Gresik sudah masuk dalam zona orange, sehingga diharapkan seluruh kades tidak lengah dan punya strategi dalam menghadapi pandemi, karena Covid-19 masih ada.

Baca Juga:  Rakor Pemantapan PPKM Mikro di Kota Tomohon
Baca Juga:  Kongkow Bareng Pamwil, Kasatlantas Polrestro Bekasi Kota Ingatkan Tidak Ada Calo dalam Urusan SIM/SKCK

Pemkab Gresik saat ini juga sudah membuka pendidikan tatap muka, larangan mudik tidak boleh dilakukan untuk menekan penyebaran serta munculnya kluster baru. “Kepada kades gunakan Anggaran Dana Desa minimal 8% untuk mendukung PPKM Mikro,” imbuhnya.

Dari Kadinkes menyebut, sudah dua minggu ini Gresik masuk zona orange dan sebelumnya pernah bertahan tiga minggu pada zona kuning. Faktor utamanya adalah PMI (TKI/TKW), sejak bulan Januari s.d April ini banyak TKI/TKW yang datang dari luar negeri.

“Prediksi gelombang lonjakan akan terjadi sebelum maupun pasca lebaran, kepala desa agar melaporkan apabila terdapat imigran baru yang mudik sehingga bisa dilakukan tindakan dan langkah-langkah penanggulangan,” kata Bupati Gresik yang akrab disapa Gus Yani.

Sementara dalam sambutannya Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, SH, SIK, MM mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua elemen selama pelaksanaan PPKM Mikro. Karena dalam capaian Gresik pernah berada di zona kuning dan itu semua berkat kerja keras semua pihak.

“Kegiatan masyarakat bisa dilonggarkan dan ini merupakan dampak positif bagi kita semua, sehingga diharapkan kades tidak kendor dalam melaksanakan PPKM Mikro dan Kita memiliki ancaman yang hampir sama dengan India terkait dengan tradisi keagamaan, dan sebentar lagi kita akan melaksanakan tradisi Lebaran sehingga harus kita waspadai,” kata Arief.

Bukan itu saja, kata Kapolres, pemerintah juga sudah mengeluarkan larangan mudik sehingga perlu dukungan dari semua yang terkait dalam penegakan prokes guna penekanan penyebaran Covid-19.

Dandim 0817 Letkol Inf Taufik Ismail, S.Sos. M.I.Pol menambahkan, sampai saat ini pemenuhan Babinsa belum 100% dalam mencover setiap desa di Kabupaten Gresik, sehingga masih ada yang merangkap jabatan.

“Saat ini belum ada timbal balik dari bawah ke atas dalam penanggulangan Covid-19 sehingga perlu adanya timbal balik dari bawah ke atas dengan cara memberikan info dan salah satu permasalahan terbesar dalam menghadapi penyebaran Covid-19 adalah adanya tenaga imigran sehingga kades harus lebih proaktif,” papar Dandim.

Hal senada diungkapkan Kajari Gresik Heru Winoto, SH, MH yang mengingatkan agar kades lebih aktif dalam menekan penyebaran Covid-19 dengan cara mensupport kegiatan yang ada di desa dengan memanfaatkan alokasi anggaran. SP BN Gresik

Komentar Anda
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0