Puskominfo Indonesia – Jatim Sambangi Polres Mojokerto, Pertanyakan Kasus Preman Aniaya Jurnalis

 645 total views

PULUHAN wartawan dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Mojokerto yang tergabung Puskominfo Indonesia – Jawa Timur (Jatim) menyambangi Mapolres Mojokerto, Rabu (3/6/21).

Kedatangan mereka untuk beraudiensi sekaligus menanyakan perihal penanganan kasus penganiayaan yang terjadi pada jurnalis dalam bertugas, salah satunya kasus Mbah Mol, wartawan Mojokerto yang dianiaya oleh seorang preman, baru-baru ini.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander menerima dengan baik kedatangan, maksud dan tujuan para wartawan. Audiensi dibuka langsung Kasat Intel Polres Mojokerto.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Puskominfo Indonesia – Jawa Timur Umar Al Khotob, Wakil Pimpred lintasberitaindonesia.com, Kaperwil lintasberitaindonesia.com dan Mujib perwakilan dari media Faam News.

Baca Juga:  Hari Ini, AKABRI '89 Gelar Baksos di Kota Kelahiran Presiden Jokowi
Baca Juga:  Polsek dan Koramil 12/Bendosari, Sukoharjo Serentak Bagi-Bagi Sembako

“Terima kasih kepada Bapak Dony selaku Kapolres Mojokerto yang sudah meluangkan waktu untuk menerima audiensi siang hari ini. Kami tim Puskominfo Jatim ingin menanyakan perihal kasus yang menimpa saudara kami Mbah Mol yang dianiaya oleh oknum preman,” kata Umar Al Khotob.

Seperi diketahui, penganiayaan terhadap wartawan Mojokerto, Mbah Mol oleh seorang preman terjadi di Desa Ngingas Rembyong, Kecamatan Soko, Mojokerto beberapa waktu lalu.

Untuk itu, dalam audiensi tersebut Puskominfo Indonesia – Jawa Timur meminta tuntutan mereka terhadap pelaku untuk segera ditangkap ditindaklajuti dengan serius.

“Karena selama ini sudah banyak kasus penganiayaan kepada jurnalis oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, tapi kasus hukumnya tidak berlanjut secara tuntas,” ungkap Umar yang akrab disapa Ki Dalang.

Sementara Wakil Pempred Media lintasberitaIndonesia.com berharap kepada Kapolres Mojokerto untuk secepatnya menangkap pelaku penganiayaan terhadap Mbah Mol.

“Kami juga meminta kepada Kapolres Mojokerto untuk memberikan perlindungan kepada keluarga Mbah Mol di Mojokerto, karena dari informasi anak istri beliau sudah ada intimidasi, ancaman yang membuat keluarga dirumah tidak tenang,” tambah Kaperwil lintasberitaindonesia.com.

Hal senada juga diungkapkan Mujib dari Faam News yang minta kepolisian Mojokerto segera menangkap pelaku penganiayaan terhadap Mbah Mol.

Dalam pertemuan, sebelum menanggapi kasus tersebut Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengucapkan terima kasih atas kerjasama, koordinasi, komunikasi dan kolaborasi Ketua Puskominfo Jawa Timur dan para wartawan media yang atas terselenggaranya acara ini dengan baik, meskipun masih di masa pandemi.

AKBP Dony menegaskan, terkait laporan 24 Mei 2021 lalu melalui SPKT Polres Mojokerto perihal penganiayaan korban bernama Mulyono pihaknya sudah langsung bergerak cepat, transparan, cepat, tepat dan sesuai dengan hukum yang ada di Indonesia.

“Sekali lagi, teman-teman media adalah mitra Polisi yang harus kita jaga sinergisitas, langkah yang kita ambil adalah menghadirkan para saksi di TKP (Tempat Kejadian Perkara), termasuk kesaksian Mbah Mol, siapa saja yang hadir saat itu,” ujar Kapolres.

Baca Juga:  Menuju New Normal, Kodim 0723 dan Polres Klaten Rakor Harkamtibmas

Sementara kepada keluarga korban, pihaknya juga sudah perintahkan tim Polres Mojokerto dan Polsek Soko untuk intens berpatroli di wilayah tersebut, agar jangan sampai ada warga di sekitar Polsek berasumsi bahwa wilayahnya sudah tidak aman.

“Sekali lagi saya selaku Kapolres Mojokerto mengucapkan terima kasih kepada Pak Umar Al Khotob mewakili Puskominfo Indonesia-Jawa Timur serta semua teman media yang hadir, mohon kerjasamanya apabila menemukan bukti-bukti baru segera mungkin koordinasi dengan tim kami,” kata Dony.

Acara berjalan lancar dalam suasana kekeluargaan penuh keakraban dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19. SPR BN Gresik/Jatim

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
2
+1
0
+1
0