Pupuk Langka di Karawang, Delapan Dewan di Jawa Barat Marah Besar | Bhayangkara Nusantara

Pupuk Langka di Karawang, Delapan Dewan di Jawa Barat Marah Besar

 108 total views

LANGKANYA pupuk di Kabupaten Karawang membuat delapan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan Karawang – Purwakarta marah besar. Pasalnya Karawang merupakan daerah yang memiliki produsen pupuk subsidi.

Delapan anggota DPRD Jawa Barat itu di antaranya Rahmat Hidayat Djati dari FPKB, Sri Rahayu Agustina dari FPG, Gina Fadila Swara dan Ihsanudin dari FGerindra -Persatuan), Sabil akbar dari FNasdem, Abdul Hadi Wijaya dari FPKS, Iis Turniasih dari FPDIP dan Toto Purwanto Sandi dari FPD.

“Di saat musim tanam para petani sangat membutuhkan pupuk, tapi justru terjadi kelangkaan,” ujar Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati, Selasa (25/8/2020).

Menurutnya, kelangkaan ini bukan terjadi kali ini saja, tapi selalu berulang setiap musim tanam. Oleh karenanya, dia meminta agar Gubernur Jawa Barat menindaklanjuti persoalan tersebut secara cepat.

“Hal ini selalu berulang. Kami mohon kepada semua pihak, terutama bapak Gubernur Jawa Barat ikut memperhatikan urusan penting ini,” pintanya.

Terlebih, tambahnya, Karawang sampai saat ini merupakan salah satu lumbung padi nasional dan lebih ironis, produsen pupuk subsidi juga ada di Kabupaten Karawang yakni BUMN PT. Pupuk Kujang.

Sementara Abdul Hadi Wijaya, salah seorang anggota DPRD dapil Karawang-Purwakarta menggarisbawahi tatakelola pertanian harus terus dibenahi dan dioptimalkan.

“Pertanian, kata Presiden Jokowi adalah sektor perekonomian yang tetap alami pertumbuhan positif di era pandemi Covid-19 ini. Sudah sepantasnya Gubernur dan jajaran Perangkat Daerah serta BUMD lakukan langkah terobosan untuk lanjutkan tren positif ini.

“Misalnya, kita punya BUMD (Argo Jabar) yang bisa dioptimalkan peranannya, di antaranya untuk mengatasi masalah kebutuhan pertanian, mulai bibit, pupuk, insektisida dan yang lainnya,” ungkapnya. Acep – Purwakarta

Komentar Anda
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1