Proyek Sumur Bor Tenaga Surya Mangkrak, LUCW Ancam Demo Polres dan Surati Polda NTB – Bhayangkara Nusantara
Proyek Sumur Bor Tenaga Surya Mangkrak, LUCW Ancam Demo Polres dan Surati Polda NTB

Proyek Sumur Bor Tenaga Surya Mangkrak, LUCW Ancam Demo Polres dan Surati Polda NTB

 351 total views,  1 views today

LEMBAGA Swadaya Masyarakat Lombok Utara Corruption Watch (LUCW) telah melaporkan dugaan mangkraknya proyek sumur bor tenaga surya dan dugaan pemalsuan dokumen tanda tangan ke Polres Lombok Utara. Sumur bor tersebut berada di Kecamatan Pemenang dan Tanjung. Sumur bor tenaga surya itu dibangun tahun 2016-2017 Dinas Pertanian Lombok Utara, namun hingga saat ini belum bisa dimanfaatkan masyarakat.

Ketua LUCW, Adam Tarpi’in saat dikonfirmasi menilai, proyek sumur bor tersebut ada indikasi kerugian negara akibat mangkraknya proyek tersebut. Bahkan patut diduga telah terjadi total loss, karena sejak tahun 2016 hingga tahun 2020 proyek tersebut tidak berfungsi sama sekali.

“Proses perkembangan kasus sumur bor yang kami laporkan di Lombok Utara sampai hari ini penyidik masih dalam tahap penyelidikan, sehingga kami menilai ini sangat lambat penanganannya. Padahal sudah 6 bulan kami laporkan kasus mangkraknya sumur bor tenaga surya ini belum ada peningkatan status penanganannya, ” kata Adam di kantornya, Jum’at (18/09/20).

Pihaknya berharap, dalam waktu dekat ini juga penyidik kepolisian bisa menaikkan status kasus ini, karena jelas menurut keterangan saksi, baik ketua kelompok tani dan Penyuluh Lapangan (PPL) sama sekali tidak pernah membuat proposal proyek tersebut. “Kok tiba-tiba ada proyek pembangunan sumur bor, itu pun mangkrak total,” tegas Adam.

Dikatakannya, jika nanti kasus ini masih belum bisa dinaikkan statusnya, kemungkinan besar pihaknya selaku pelapor akan bersurat ke Polda NTB untuk ikut turun tangan mengawasi dan memantau kejelasan posisi kasus ini biar cepat tuntas.

“Kami berharap kepada aparat penegak hukum untuk serius menangani kasus korupsi yang ada di wilayah Lombok Utara, terlebih tiga proyek sumur bor tenaga surya tersebut ditaksir menelan biaya ratusan juta rupiah dan belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Apalagi dalam musim kemarau ini, tentu dengan kejadian ini sangat merugikan masyarakat,” tambah Adam.

 Ia juga menduga ada indikasi kerugian negara yang harus didalami, bahkan jika kasus ini masih saja tidak ada peningkatan statusnya akan dipressure dengan gerakan aksi, jika hal itu diperlukan. “Sampai saat ini kami memberikan kepercayaan penuh untuk penanganannya dilakukan di Polres Lombok Utara, tapi jika memang tidak ada titik temu siapa yang harus bertanggungjawab secara hukum terhadap kasus ini, maka kami akan bersurat ke Polda untuk mengambil alih kasus ini,” pungkasnya. SHR – NTB

Komentar Anda

Baca Juga:  Terkait Pemasangan Bendera Parpol di Tiang Bendera Kantor Desa Harapan, Ini Klarifikasi Kades

Bagaimana Reaksi Anda?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1