Proyek Ini Ambruk Jilid 3, L-KPK NTB Minta KPK Ambil Alih Kasus Senggigi | Bhayangkara Nusantara

Proyek Ini Ambruk Jilid 3, L-KPK NTB Minta KPK Ambil Alih Kasus Senggigi

 415 total views

PROYEK penataan rest area kawasan Hotel Pasific Senggigi ambruk dan longsor lagi di Jalan Raya Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (22/2/21).

Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) melalui Wadirwaster L-KPK NTB, Sahril, SH meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil alih dan menggandeng penyidik Polda NTB untuk mengusut tuntas persoalan ambruknya proyek di kawasan Senggigi yang terjadi di tiga titik dengan menelan anggaran 6 miliar lebih.

“Ketiga titik itu di antaranya dikerjakan PT. Sanur Jaya Utama dengan alokasi anggaran 2,6 milirar, CV. Alfandi Putra Anggara 1,8 miliar dan dan CV. Wandy Dwiputra dengan anggaran sebesar 1,63 miliar di kawasan Jalan Nasional, yaitu Jalan Raya Senggigi,” tandasnya.

Proyek yang ambruk kembali itu saat ini dikerjakan CV. Wandy Dwiputra Makassar Sulawesi Selatan. Dengan begitu besarnya anggaran di tiga proyek tersebut, tentu harus menjadi atensi aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. “Karena ini sudah merugikan kami selaku masyarakat dan terindikasi ada kerugian negaranya,” ungkap Sahril.

NTB

Baca Juga:  Kementerian ESDM Surati PT. PUL, Isinya Bikin Aktivitas Perusahaan Tambang Ini Terhenti Sementara

Sahril menduga, di tiga proyek tersebut ada yang tidak beres pada Analisis Dampak Lingkungan (Amdal)-nya, karena tidak mempertimbangkan dampak-dampak bencananya, terlebih di kawasan tersebut sangat rawan, apakah sudah memenuhi syarat Analisa Medan seperti topografi dan bathimetri.

Selain itu Analisa Gelombang/Arus Laut, Analisa Pasang Surut, Analisa Sedimentasi Dasar dan Suspensi, Analisa Stabilitas Struktur Bangunan Tebing Pantai/Revetment, Analisa Bahan material bangunan dan Case Force Majore maupun syarat lainnya. “Ketika tidak, maka kami tidak heran di tiga titik proyek tersebut terjadi ambruk dan longsor,” ungkap Sahril.

 

Baca Juga:  Bakal Telan Korban Pembangunan RSJR Diduga Sarat Penyimpangan
Baca Juga:  Marak Cafe Ilegal di Masa Pandemi, Kapolsek Gunungsari Lobar Gerak Cepat Tutup Panggil Pengelola

Padahal, lanjutnya, sebelum ada bangunan ini tidak pernah terjadi longsor di tempat itu, dan perlu diketahui bahwa di musim cuaca ini banyak proyek-proyek di tahun 2020 dibangun pemda, baik provinsi maupun kabupaten kota lainnya. “Tapi tidak ada punya nasib yang sama seperti ini kondisi bangunannya yang berjilid-jilid ambruk dan longsor,” tutupnya. SHR – NTB

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0