Proyek Air Bersih Desa Wori Dan Maumbi Yang Sebelumnya Bermasaalah Bakal Di Perbaiki

 48 total views

Bhayangkaranusantara.com,-Temuan tentang kegiatan pembangunan yang diduga bermasaalah dan berbau KKN, baik pusat maupun daerah merupakan persoalan klasik sejak bangsa ini berdiri dan bukan hal baru,” tandas Bertje Rotikan.

Tidak sedikit proyek mangkrak dan beraroma korupsi yang berhasil di-endus para “kulit tinta” sebut saja mulai dari pekerjaan yang tak tuntas, struktur bangunan yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis, asal-asalan, menjadi persoalan tersendiri buat institusi penegak hukum.

Baca Juga:  Jangan Gunakan Perhiasan Mencolok saat ke Pasar

Tapi hukum sepertinya tak berdaya di-buatnya jika sudah berhadapan dengan namanya “sogok-menyogok” dan konspirasi antara oknum penegak hukum dengan pihak pelaksana maupun pemilik kegiatan,” sebut Rotikan.

Sebagaimana halnya dengan proyek air bersih desa Wori Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) tahun anggaran 2016/2017 dengan nilai kontrak Rp. 6,5 milyar, sumber dana, dana DAK 2016 Kementrian PUPR bukan hanya mubasir tapi juga tidak mendatangkan azas manfaat.

Termasuk proyek pembangunan air bersih desa Maumbi, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dengan nilai proyek Rp. 9 milyar. Beredar informasi, warga setempat tak pernah menikmati manfaatnya.

Baca Juga:  Peletakan Batu Pertama Pembangunan TK GMIM Dorkas Kamasi oleh Walikota Tomohon

Sementara proyek pembangunan air bersih dilingkungan PUPR Kabupaten Minut tahun anggaran 2016/2017 yang terdapat di-sejumlah titik bernilai cukup fantastis yakni total jendral Rp. 25 milyar juga diduga sarat penyimpangan.

Sementara itu Kadis PUPR Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Bobby Nayoan kepada media ini mengatakan, sebenarnya persoalan ini masih pejabat yang lalu, ada tiga kadis sebelum saya,” ujar Nayoan.

Menurutnya, pekerjaan proyek air bersih sebagaimana di maksud, telah di kerjakan sesuai kontrak dan sesuai dengan perencanaan konsultan, memang di akui-nya setelah melakukan evaluasi secara langsung ternyata mesin rusak, pipa sudah pada bocor,” ungkap Nayoan.

Untuk itu kami telah mengusulkan penganggaran perbaikan kepada Kementrian PUPR untuk tahun anggaran 2022. Perbaikan sebagaimana di maksud yakni, pengadaan mesin baru dan mengganti semua pipa jaringan induk,” ujar Nayoan.

Dia membantah tudingan miring yang di layangkan sejumlah pihak tentang proyek air bersih tersebut, tidak benar kalau ada yang mengatakan pekerjaan tidak tuntus, asal-asalan apalagi di sebut mubasir dan tidak mendatangkan azas manfaat, apalagi di sebutkan ada dugaan penyimpan, tidak benar itu,” tandas Nayoan

Lanjut Nayoan, sepengetahuan saya sesuai penjelasan dari PPK dan pihak-pihak terkait dengan proyek itu menurut mereka, pengerjaannya telah sesuai kontrak,” jelas Nayoan. (John/Bert)

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0