Proses Hukum Menara Alfa Omega Tomohon Mangkrak di Polda Sulut? – Bhayangkara Nusantara
Proses Hukum Menara Alfa Omega Tomohon Mangkrak di Polda Sulut?

Proses Hukum Menara Alfa Omega Tomohon Mangkrak di Polda Sulut?

 2,148 total views,  3 views today

KRITIKAN pedas kini ditujukan buat Polda Sulut terkait dugaan mangkraknya proses hukum pembangunan Menara Alfa Omega di kawasan Rumah Sakit GMIM Bethesda oleh Pemerintah Kota Tomohon lewat Dinas PUPR Kota Tomohon selaku pemilik kegiatan. Hal ini memicu prasangka publik, ada apa dengan Polda Sulut? Benarkah dugaan seorang Herry Runtuwene bahwa oknum Walikota Tomohon diduga dibackup sejumlah aparat hukum?

Kecurigaan Runtuwene cukup beralasan ketika melihat proses hukum dari kasus yang sempat menyedot perhatian publik Kota Tomohon gaungnya sudah tak terdengar lagi. “Bagai hilang ditelan bumi, mengapa kasus yang sudah dilaporkan setahun yang lalu tak kunjung tuntas,” tanya Ketua Presidium Masyarakat Tomohon, Runtuwene.

Baca Juga:  Kapolda Sulut Diminta Seriusi Dugaan Korupsi Pembangunan Menara Alfa Omega Tomohon

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya yang mengangkat topik, “Kapolda Sulut Diminta Seriusi Dugaan Korupsi Pembangunan Menara Alfa Omega Tomohon”, tak lain berkaitan dengan keinginan masyarakat Tomohon agar proses hukum dari kasus ini tuntas. “Bukan dibuat mengambang seperti saat ini, sehingga membuat warga terus bertanya-tanya tentang keseriusan penyidik Polda Sulut dalam menuntaskan kasus ini,” ujar Runtuwene.

Diketahui, dugaan korupsi pembangunan Menara Alfa Omega telah dilaporkan secara resmi ke Polda Sulut pada Juli 2019. Diduga kegiatan pembangunan tersebut menyalahi aturan baik secara administrasi maupun tehnis. Pasalnya, menurut Runtuwene, kegiatan dimaksud tidak mengantongi Amdal, IMB dan tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang wilayah (RT/RW)

“Pembangunan Menara Alfa omega diduga hanya bermodalkan UPL dan UKL dan sejenis proyek konspirasi antara pihak Dekot Tomohon,” ucap Herry Runtuwene, saat diwawancarai awak media bhayangkaranusantara.com lewat sambungan telepon WhatsAPP, Rabu (6/10/20).

Sementara, sesuai informasi yang dihimpun media ini menyebutkan pembangunan Menara Alfa Omega oleh Pemkot Tomohon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang Daerah, sumber dananya berasal dari APBD murni tahun anggaran 2017 nilai pagu Rp. 10.000.000.000,00, dengan pemenang tender PT. Cahaya Abadi Lestari yang beralamat di Kelurahan Sindulang Dua, Kecamatan Tuminting, Kota Manado dengan nilai kontrak Rp. 9.981.800.000,00.

Menyikapi dugaan mangkraknya proses hukum pembangunan Menara Alfa Omega, Ketua Presidium Masyarakat Kota Tomohon meminta penyidik Polda Sulut agar segera memproses semua pihak yang diduga terlibat skandal korupsi pembangunan menara sebagaimana dimaksud. “Saya memiliki keyakinan bahwa penyidik Polda Sulut tak akan mempetieskan kasusnya ini,” ujar Runtuwene. Jola -Sulut

Komentar Anda

Bagaimana Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0