Program P3 TGAI di Indramayu Terindikasi Jadi Ajang Korupsi, Tak Tersentuh Hukum?

Program P3 TGAI di Indramayu Terindikasi Jadi Ajang Korupsi, Tak Tersentuh Hukum?

 215 total views,  3 views today

PROGRAM Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3 TGAI) di wilayah Kabupaten Indramayu Jawa Barat terindikasi jadi ajang Korupsi. Terpantau, beberapa pekerjaan proyek ini sarat akan penyimpangan, dan mengabaikan spesifikasi.

Anggaran sebesar 195 juta per P3 TGAI ada dugaan tidak diterapkan sepenuhnya dengan berbagai modus dalam pelaksanaan kegiatan proyek tersebut. Proyek ini pun sangat mengejutkan publik, karena realita yang ada turunnya P3 TGAI penuh tersebut terindikasi dikorupsi dan terjadi pungli besar yang terselubung.

Misalnya pada proyek P3 TGAI di Desa Sekarmulya, Kecamatan Gabuswetan. Pelaksana Kegiatan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) mengeluhkan banyaknya pengeluaran besar yang tak jelas, sehingga berdampak buruk pada kualitas pembangunan irigasi tersebut. Karena dari anggaran 195 juta itu kabarnya sudah disunat sebesar 50 juta secara diam-diam.

“Pantas saja pembangunan apa saja di Indramayu tidak berkualitas dan cepat rusak, karena anggarannya disunat duluan,” ungkap warga Kecamatan Gabuswetan berinisial PKJ (49) bersama warga lainnya, Jumat (2/10/2020).

Mereka mengatakan, pantas saja kalau P3A mengerjakan pembangunan irigasi P3 TGAI tak sesuai spesifikasi, karena diduga anggarannya dikorupsi terlebih dahulu oleh para oknum pejabat. Di antaranya untuk bendera PKS 15 juta, buat LPJ 15 juta per P3 TGAI. “Ditambah lagi titipan yang tidak jelas 20 juta, bukannya itu korupsi,” ungkapnya.

Fakta yang terjadi, dalam pekerjaan proyek P3 TGAI penuh dengan berbagai kecurangan akibat praktik korupsi. “Iya betul, kita kerja borongan per meter 60 ribu, kalau papan proyek atau KIP kita tidak tahu itu urusan P3A,” ujar pekerja P3 TGAI kepada warga Desa Sekarmulya yang minta dirahasiakan namanya, di lokasi proyek.

Dikonfirmasi terpisah, pengurus P3A Desa Sekarmulya berinisial PRB mengakui bahwa pekerjaan pembangunan irigasi tersebut diborongkan. Lebih parah lagi, konon katanya anggaran P3 TGAI sebesar 195 juta itu disunat besar.

Baca Juga:  Dikerjakan Asal, Proyek P3 TGAI di Desa Rancamulya, Indramayu "Amburadul"

“Iya kerjaan P3 TGAI kita borongkan per meter 70 ribu bukan 60 ribu, kalau kita dari bendera PKS, makanya anggaran P3 TGAI itu tidak utuh. Untuk aspirasi PKS sebesar 15 juta, untuk LPJ 15 juta,” katanya.

Ia mengatakan, lebih besar lagi untuk yang tidak jelas sebesar 20 juta, sehingga total yang disunat 50 juta. “Tadinya mau diminta semua anggaran P3 TGAI itu, tapi kita tidak mau karena tetap saja kita yang bertanggung jawab kalau ada apa-apa,” kata PRB.

Hingga berita dirilis, berbagai praktik dugaan korupsi dalam proyek pembangunan di Indramayu yang selama ini terjasi semakin merajalela, namun sama sekali belum tersentuh hukum. Atim S – Indramayu

Komentar Anda
%d bloggers like this: