Program Nawa Karsa Bupati Gresik Tercoreng Ulah Oknum Kades Balikterus, Penyebabnya Ini | Bhayangkara Nusantara

Program Nawa Karsa Bupati Gresik Tercoreng Ulah Oknum Kades Balikterus, Penyebabnya Ini

 45 total views

NAWA Karsa menuju Gresik Baru atau aplikasi dari Sembilan Langkah Program Visi – Misi Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani dan Wakil Bupati Aminatun Habibah merupakan program dalam mewujudkan Gresik Baru yang Mandiri, Sejahtera, Berdaya Saing dan Berkemajuan Berlandaskan Akhlakul Karimah.

Namun sangat disayangkan, program 99 hari kerja pertama Gus Yani – Bu Min untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang dinamis dan transparan menuju good and clean government harus tercoreng karena ulah oknum Kepala Desa (Kades) Balikterus Kecamatan Sangkapura, Abdul Azis yang tak mau transparan dalam pelaksanaan proyek desa. Terkesan takut diketahui kecurangan dan penyimpangannya.

Satu contoh dalam pembangunan Jalan Rabat Beton Poros Desa di Dusun Sungai Terus Daya yang tidak memasang plang papan nama saat pembangunan dilaksanakan sampai selesai.

Baca Juga:  Wakapolres Dampingi Bupati Gresik Santuni 1000 Anak Yatim
Baca Juga:  Kapolres dan Bupati Gresik Dampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Ziarah Makam Sunan Giri

Lebih ironi lagi, pembangunan jalan tersebut dibangun di atas jalan yang sudah ada dan masih bagus, menutupi volume aslinya dengan volume lebar 2.84 meter tinggi 4 cm.

Saat awak media ini mendatangi Balai Desa tersebut untuk mengkonfirmasi terkait plang nama yang tidak terpasang, Azis sapaan akrab Kades Balikterus yang kabarnya hobi dugem di diskotik Ware House Surabaya itu sedang tidak berada di Gresik. “Pak Kades tidak ada Mas, sedang di Jawa,” terang petugas jaga.

Parahnya, saat dihubungi melalui telepon selularnya sang Kades malah memaki-maki awak media dengan kata-kata kasar dan tiak pantas. Layaknya preman, dengan nada emosi Azis menyampaikan bahwa plang nama sudah ada di balai desa. ”Plangnya sudah ada Mas, tapi belum dipasang!!!” bentaknya.

Secara terpisah, aktivis anti korupsi yang juga Ketua Umum DPP LSM ICON RI, Ramot Batubara menyampaikan keprihatinannya atas ulah Kades yang memaki-maki wartawan saat dikonfirmasi terkait plang nama proyek.

“Sesuai aturan, seharusnya saat mulai dikerjakan harus dipasang plang papan nama proyek agar masyarakat mengetahui jumlah anggaran dan ikut mengawasi,” terang Ramot, Jumat (16/4/21).

Seperti diketahui, kewajiban memasang plang papan nama tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012. Regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek.

Papan nama tersebut di antaranya memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pengerjaan proyek.

Namun dengan tidak terpasangnya plang papan nama pada sejumlah proyek tersebut bukan hanya bertentangan dengan perpres. Tetapi juga tidak sesuai dengan semangat transparansi yang dituangkan pemerintah dalam Undang-Undang No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Untuk itu Kejaksaan Negeri atau Polres Gresik harus segera turun menindaklanjuti temuan dugaan penyelewengan/korupsi pada pekerjaan proyek jalan rabat beton itu dan audit APBDes Balikterus,” pungkasnya. SP – Gresik

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
2
+1
1
+1
0