Program 'CCTV No Blind Spot' Polres Jakbar Tamatkan Aksi Kelompok Teges | Bhayangkara Nusantara

Program ‘CCTV No Blind Spot’ Polres Jakbar Tamatkan Aksi Kelompok Teges

 90 total views

PULUHAN kali beraksi, para pencuri yang menamai kelompoknya dengan sebutan Kelompok Teges (Tempel Geser) akhirnya “tamat”, setelah melakukan aksi pencurian barang milik korban di SPBU Shell di Jalan S Parman Slipi, Jakarta Barat saat sedang beristirahat/tidur beberapa hari yang lalu.

Dari penangkapan kelompok tersebut, polisi berhasil mengamankan 2 orang di antaranya As alias Ry (25) dan AA alias AI (31) di sebuah SPBU Pertamina daerah Tendean Jakarta Selatan. Kedua pelaku meringis kesakitan lantaran saat dilakukan penangkapan berusaha melawan, sehingga petugas terpaksa melumpuhkannya di bagian kaki

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo didampingi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadafi dan Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat AKP Dimitri Mahendra saat press conference melalui live streaming diakun instagram @polres_jakbar menjelaskan, dua orang pelaku yang menamai kelompoknya dengan sebutan kelompok teges berhasil diamankan.

Baca Juga:  PMF Wujud Sinergitas Kepolisian dengan Komunitas Perfilman
Baca Juga:  Polres OKU Luncurkan SOREO untuk Masyarakat

“Kedua pelaku kami lumpuhkan lantaran pelaku saat hendak dilakukan penangkapan berusaha melawan petugas,” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo, Rabu (24/3/21).

Keberhasilan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil dari program Polres Metro Jakarta Barat, yaitu “CCTV No Blind Spot”, sehingga hampir seluruh wilayah Jakarta Barat tercover oleh CCTV.

Dari hasil CCTV yang diperoleh anggotanya kemudian dilakukan pendalaman dan sekira tanggal 21 Maret 2021 Polres Jakbar berhasil mengamankan pelaku di SPBU daerah Tendean, Jakarta Selatan yang diketahui akan beraksi kembali.

“Dari hasil penangkapan terhadap pelaku ini kami memperoleh informasi bahwa Kelompok Teges ini sudah beraksi 3 tahun dimana para pelaku telah melakukan aksinya sebanyak 49 kali di wilayah Jabodetabek,” ungkap Kapolres.

Adapun para pelaku memiliki peran yang berbeda-beda. Pelaku As memiliki peran sebagai eksekutor yang bertugas mengambil barang barang berharga milik korban dan untuk tersangka AA memiliki peran sebagai joki dan orang yang melihat situasi di sekitar TKP (Tempat Kejadian Perkara)

Lebih jauh Ady menjelaskan, Kelompok Teges ini selain mempnuyai peran sebagai eksekutor dan joki kelompok ini memiliki orang yang bertugas sebagai tim survailence yang mengendarai sepeda motor 3 pelaku, yaitu TY (DPO), (EA) dan (RN) yang masih dalam pencarian petugas

Diketahui para pelaku melancarkan aksinya dengan mencari sasaran/target orang yang sedang istirahat di kendaraannya, baik di SPBU, rest area maupun tempat lainnya.

Tak hanya itu saja, para pelaku juga beraksi pada saat sebelum pandemi Covid-19 mengincar orang yang keluar dari tempat hiburan dalam kondisi mabuk terpengaruh oleh minuman keras/alkohol kemudian diikuti dan saat situasi tepat para pelaku kemudian melancarkan aksinya

“Kami mengapresiasi atas kegigihan dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat di bawah pimpinan Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat Akp Dimitri Mahendra dan Kasubnit Jatanras Polres Metro Jakarta Barat Ipda M Rizky Ali Akbar dan saat ini pihaknya juga masih terus melakukan pendalaman lebih lanjut terkait hasil ungkap ini,” bebernya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadafi menambahkan, para pelaku ini biasanya beraksi dengan membekali dirinya dengan senjata tajam

“Kelompok Teges juga bukan kelompok yang solid, artinya pengikut kelompok ini selalu berganti-ganti, ada yang baru ikut setahun ada juga yang sudah 3 tahun,” ujar AKBP Teuku Arsya Khadafi.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dikenakan pasal 363 KUHPidana. Ashari/BN01 – JAKARTA

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
2
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0