Praktek Manipulasi Visa Terbongkar, TKW Saudi Asal Indramayu Jadi Korban Sponsor, Nasibnya Tragis…

 167 total views

PARA Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang dipekerjakan di Timur Tengah, Saudi Arabia kecewa karena merasa dibohongi sponsor daerah yang diduga telah memanipulasi visa keberangkatan. Faktanya, mereka diberikan visa ziarah bukan visa kerja di negara tujuan.

Pasca terbongkarnya kasus ini, dua orang yang saat ini berada di Negara Saudi Arabia buka suara dan membenarkan. Setelah mereka cek ternyata visa tersebut adalah visa ziarah.

Satu dari dua orang tersebut dengan berani menghubungi pihak keluarga di Indonesia melalui suaminya yang ada di kampung. Wasno, suami dari TKW tersebut, warga Desa Karang Asem Blok Dukuh Tengah RT 006/001, Kecamatan Karang Ampel, Indramayu, Jawa Barat membeberkan kasus ini kepada bhayangkaranusantara.com, Rabu (28/4/21).

Baca Juga:  Kepala SDN 6 Gabuskulon Indramayu Terindikasi Pungli, Wali Murid Protes
Baca Juga:  "PT. BCK Kembali Umbar Janji, Hari Ini SDN 014 Duren Tiga Jaksel Disegel...!!!"

“Astuti (26) Istri saya yang sekarang sudah kerja jadi TKW di Saudi Arabia baru 3 bulan cerita ke saya lewat telepon seluler. Awalnya ia menghubungi saya mengenai pekerjaan dan perlakuan yang tidak layak dari majikannya bahkan sempat terjatuh dari tangga dan dirawat di rumah sakit hanya 1 hari saja, lalu tidak bisa jalan,” tutur Wasno.

Lalu, kata Wasno, menurut istrinya kerjanya berat dengan rumah 3 lantai dikerjakan sendiri. Ia hanya dikasih makan cukup dengan roti saja dengan stamina yang kurang fit sampai pinsan dan terjatuh dari tangga.

“Ketika istri saya terlihat sakit kakinya, ia minta dipulangkan, dan melihat surat-surat ternyata hanya visa ziarah bukan visa kerja,” tutur Wasno.

Hal serupa juga dialami, Darma warga Desa Sidadadi RT 004/002, Kecamatan Haurgelis, Kabupaten Indramayu. “Betul Pak istri saya Erni, kerja jadi TKW di Saudi Arabia berangkatnya sama dengan istri Pak Wasno tapi beda sponsor,” ucap Darma.

Erni berangkat dibawa oleh sponsor bernama Fika/Opik warga Desa Gabuswetan, Indramayu melalui PT. Sakinah Pramada di Karangampel Indramayu.

“Akan tetapi senasib dengan istri Wasno, dia dipekerjakan dengan bayaran dicicil oleh majikannya, juga sama visanya ziarah bukan visa kerja,” tambah Darma. Lebih tragis lagi, untuk saat ini istrinya Erni, tidak bisa lagi dihubungi dalam 3 bulan ini

Kini, keduanya meminta bantuan Topik, saudara Darma yang ada di Kecamatan Bongas untuk meminta keadilan kepada aparat penegak hukum dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dengan mendatangi Kantor BP3TKI (Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) Kabupaten Indramayu.

Baca Juga:  Dua Proyek Peningkatan Ruas Jalan di Pulau Salibabu, Kabupaten Talaud "Amburadul"

“Ya betul, saya akan membantu mereka berdua dengan mendatangi Kantor BP3 TKI dan menyuruh membuat laporan,” kata Topik.

Sebelumnya Topik juga sudah menghubungi anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi PKS Nety Prasetyiani Aher guna memperjuangkan hak para TKW tersebut.

“Beliau dalam chat WA memberikan keterangan bahwa Pemerintah RI telah memberlakukan moratorium pada tahun 2015 berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 260 tahun 2015 tentang penghentian dan pelarangan penempatan TKI pada penggunaan perseorangan di negara Kawasan Timur Tengah,” beber Topik

Demikian juga Menteri Ketenagakerjaan, Ida Faujiah memaparkan skema Pilot Projek Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK) atau One Chanel Sistem untuk Penempatan Migran Indonesia (PMI) ke Arab Saudi dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI dan BPJS Ketenagaan Kerja Indonesia.

Saat ini kedua suami TKW tersebut melaporkan permasalahan ini ke BP3TKI Satu Atap di Kabupaten Indramayu. Pengaduan mereka berdua diterima petugas BP3TKI dan diarahkan langsung membuka Laporan di Polres Indramayu ke Unit PPA.

Selanjutnya, mereka pun mendatangi Polres Indramayu menindaklanjuti masalah keluarganya untuk meminta keadilan agar Istri mereka bisa dipulangkan ke tanah air. Berkas pengaduan mereka diterima Unit PPA Polres Indramayu guna di tindak lanjuti dan dan dipelajari. Atim – Indramayu

Komentar Anda
+1
0
+1
2
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0