Polri: 3 dari 7 Teroris yang Ditangkap di Makassar Pernah Dibaiat di Markas FPI

 384 total views

DETASEMEN Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berhasil menangkap tujuh terduga teroris yang tekait langsung dengan bom bunuh diri yang dilakukan oleh pasangan suami istri (pasutri) L dan YSF di depan Katedral, Makassar.

Polri menyebut, 3 dari 7 yang ditangkap itu pernah dibaiat di Markas Front Pembela Islam (FPI). Kemudian dari hasil identifikasi terhadap tubuh pelaku di TKP, dan hasil interogasi dilakukan pengembangan dan penangkapan terhadap satu, AS alias EKA alias AR.

“Perannya adalah ikut dalam perencanaan, mengikuti kajian di Villa Mutiara, kemudian telah berbaiat di markas FPI,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Selasa (30/3/21).

Baca Juga:  Kunjungi Kampung Tangguh Nusantara di Sergai, Kabaharkam Polri: "Saya Sangat Terkesan"
Baca Juga:  Larangan Mudik: Ruas Jalan Disekat, Jumlah Kendaraan Jakarta Menuju Jawa Turun

Kombes Ramadhan menyebut, baiat kala itu dipimpin oleh Ustadz Basri. Namun Ramadhan tidak merinci kapan pembaiatan itu terjadi.

“Markas FPI yang merupakan markas organisasi yang sekarang terlarang yang saat itu dipimpin oleh Ustadz Basri. Kemudian juga mengikuti idad,” jelasnya.

Kombes Ramadhan menyebut, terduga teroris berinisial SAS juga pernah mengikuti baiat di markas FPI. SAS disebut merupakan orang yang tahu persis apa yang direncanakan L dan YSF sebelum melakukan bom bunuh diri. Bachtiar – Jakarta

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0