Polres Karawang Ungkap Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur, Korbannya 5 Bocah – Bhayangkara Nusantara

Polres Karawang Ungkap Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur, Korbannya 5 Bocah

 126 total views,  2 views today

POLRES Karawang Polda Jabar berhasil mengungkap kasus pencabulan anak di bawah umur yang diduga dilakukan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) inisial SPD (44) yang bertugas di Dinas Kesehatan Karawang.

Wakapolres Karawang Kompol Faisal menjelaskan, pelaku SPD (44) melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur berawal dari akun facebook. Kemudian pelaku mengajak para korbannya untuk bertemu.

Ketika sudah bertemu, sambung Wakapolres, pelaku mengajak korban makan, main time zone dan memberikan uang terlebih dahulu. Setelah itu, oknum PNS tersebut mengajak korban pertama berinisial DV ke toilet Pasar Cikampek untuk melakukan aksinya.

“Pelaku melakukan aksinya sejak tahun 2017, sebanyak lima bocah yang menjadi korbannya,” kata Kompol Faisal, saat konferensi pers di Mapolres Karawang Polda Jawa Barat, Kamis (16/7/2020).

Adapun lima anak yang menjadi korban tindak pidana pencabulan itu berinisial DV (16), IG (16), SF (15), BS (13), dan AN (17) asal Cikampek. Kelima korban itu merupakan warga Kecamatan Cikampek.

Awalnya, kata Kompol Faisal, pelaku dan korban itu tidak saling mengenal sehingga pihaknya sempat kesulitan pada saat melakukan penyelidikan, karena para korban hanya mengenal motor pelaku dan plat nomornya.

Pihaknya langsung mengecek nomor polisi motor pelaku di Samsat sehingga diketahui identitas pelaku dan langsung melakukan penyeledikan. “Pelaku ditangkap di Pasar Cikampek,” jelasnya.

Menurutnya, pelaku sering mengakses video porno di internet. Sementara untuk barang bukti yang diamankan sebuah handphone, pakaian korban, dan kendaraan roda dua milik tersangka.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 82 ayat (1) UU RI No.17 tahun 2016 tentang penetapan Perppu No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Baca Juga:  Kejari Sangihe: "Semua Kasus Tipikor Terus Berproses, Kami Tetap Kerja Secara Profesional"

“Ancaman pidana penjara minimal 5 tahun maksimal 15 tahun dan denda paling banyak sebesar Rp. 5 miliar,” tegasnya. ACEP – KARAWANG

Komentar Anda

+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1