Pesan Damai Kapolda Jateng Rajut Kebhinekaan Bersama Toma dan Toga Ciptakan Pilkada Damai | Bhayangkara Nusantara

Pesan Damai Kapolda Jateng Rajut Kebhinekaan Bersama Toma dan Toga Ciptakan Pilkada Damai

 187 total views

KAPOLDA Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menghadiri acara Silaturahmi Kebhinekaan dan Doa Bersama oleh Maulana Al Habib Muhammad Lutfi Bin Ali Bin Yahya dengan Para Tokoh Lintas Agama se-Solo Raya dalam rangka merajut Kebhinekaan dalam bingkai NKRI di Lapangan Benteng VastenBurg Surakarta, Senin pagi (7/9/20).

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lufthi yang hadir dengan didampingi para PJU menyebut, Silahturami Kebhinekaan ini dapat memupuk tali persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia.

“Karena apa? Ini perlu di tengah konflik Corona ini kita harus bersatu, kita harus melawan adanya intoleransi. Jadi intoleransi itu beda musuh. Jadi beda agama, beda ras, beda suku beda apapun dianggap musuh, itu intoleransi. Dia kalau dibiarkan akan menjadi potensi yang akan memecah belah negara ini, karena intoleransi kalau dibiarkan bisa jadi radikalisme,” tutur Irjen Luthfi.

Irjen Ahmad Luthfi menegaskan, tidak hanya berpotensi menjadi bibit radikalisme, lebih jauh intoleransi jika dibiarkan menjadi ancaman terorisme sehingga wajib diperangi.

“Jadi awalnya intoleransi, meningkat jadi radikal, meningkat menjadi teroris dan ini bentengnya adalah bapak ibu sekalian, para tokoh agama, lintas agama,” tegas Irjen Luthfi.

Menurut Kapolda, ada beberapa kunci merajut Kebhinekaan di era Covid-19, di antaranya tidak memaksakan kehendak dan tidak merasa paling benar sendiri.

“Kebebasan yang menghargai orang lain, jangan ada yang merasa paling benar sendiri, yang lain disalahkan, jangan ada yang merasa agamis sendiri, jangan ada yang merasa Pancasilais sendiri, “ tegas Kapolda Jateng.

Lebih jauh dalam kesempatan itu Kapolda mendoakan agar pandemi ini cepat berakhir. “Oleh karena itu pada kesempatan kali ini doa bersama di antaranya mendoakan bersama agar Covid-19 di wilayah Indonesia khususnya Jawa Tengah dan khusus lagi Solo Raya dapat segera berakhir,” doa Irjen Luthfi.

Baca Juga:  Rencana Penerapan PPKM Skala Mikro, Kapolri Instruksikan Jajaran Kewilayahan untuk Laksanakan Ini... 

Sementara Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Paranowo dalam kesempatan yang sama menjelaskan dalam merajut Kebhinekaan masyarakat perlu berpegang pada Pancasila.

“Indonesia ini harus didasari dengan dasar yang kokoh, pondasinya apa? Opo yo, macul dari bumi pertiwi ini. O, ternyata Bangsa Indonesia religius, maka lahirlah Ketuhanan yang Maha Esa. Indonesia suka bergotong royong, maka kita ada Persatuan, teposliro, maka kita ada Kemanusian yang Adil dan Beradab,” terang Ganjar.

Ganjar berpesan agar dalam masa pandemi ini seluruh elemen masyarakat dapat saling tolong menolong dan bersatu. “Yuk, jangan lukai temen kita, jangan sakiti sahabat kita, ini pandemi belum beres, ayuk ayuk ayuk kita jaga, ini dampaknya mremen ini sampai ekonomi, ayo tulung tinulong ojo gebuk gebukan, ojo kampleng kamplengan, setuju!,” pesannya.

Masih di tempat yang sama, Habib Lutfi berpesan dengan ideologi yang kuat, NKRI-nya melekat. Ia menjamin keutuhan negara ini dapat tercapai. “Bagaimana bangsa kita, kalau punya pendirian, NKRInya melekat, ideologinya melekat menjadi benteng-benteng kita, maka insya Allah kita akan menjaga keutuhan negara kita,” kata Habib Lufti.

Maulana Al Habib Muhammad Lutfi Bin Ali Bin Yahya mengajak agar kecintaan kepada NKRI harus ditanamkan pada generasi sejak dini. “Sejauh mana kita menyampaikan kepada anak anak kita, sedini mungkin. Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku,” tandas Al Habib. Iwan/Sam – Jateng

Komentar Anda
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1