Perkuat Ekonomi Nelayan Sangihe, SKIPM dan IPPS Buka Jalur export Tuna ke Jepang | Bhayangkara Nusantara

Perkuat Ekonomi Nelayan Sangihe, SKIPM dan IPPS Buka Jalur export Tuna ke Jepang

 218 total views

UNTUK memperkuat basis ekonomi nelayan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) bersama Ikatan Pengusaha Perikanan Sulut (IPPS) membuka jalur export tuna segar dari Sangihe menuju Kota Narita Jepang.

Terobosan ini dipastikan dapat memacu pertumbuhan ekonomi nelayan secara signifikan. Export perdana ikan tuna segar dengan rute Tahuna – Manado – Jepang telah dimulai pada 6 Oktober 2020 dengan jalur penerbangan internasional Manado – Narita Kepang menggunakan pesawat Garuda.

Jalur penerbangan ini sudah terbuka dengan volume penerbangan seminggu sekali pada setiap hari Rabu, sehingga export tuna segar ini bisa dilakukan setiap minggunya, namun harus menyesuaikan dengan adanya ketersediaan stok ikan yang ada di Sangihe, karena tuna yang diminta oleh pihak buyer (pembeli) yang ada di Narita adalah tuna segar grid (A) yang utuh

Kepala Kantor SKIPM, Gerik H. B. P. Lumiu, S.Pi mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih kepada Ketua IPPS, Budi Wahono yang telah membantu membuka jalur export ini, sehingga dengan adanya merket (pasar export) yang baru ini pasti memiliki harga jual yang lebih baik.

“Kalau dulu kita cuma boleh jual tuna segar ke Kota Bitung dengan harga lokal Rp. 20.000/kilo sampai Rp. 25.000/kilo, tapi sekarang harga tuna sudah mencapai Rp. 40.000/kilo. Nilai jual akan naik jauh setelah kita melakukan export,” ujarnya.

Dengan harga ika tuna seperti ini dipastikan akan memacu pertumbuhan ekonomi nelayan Sangihe, sedangkan hal hal yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama adalah bagaimana menyediakan ikan yang memiliki mutu yang baik (Grid – A).

“Untuk itu harus kita atur bersama bagaimana cara penanganan ikan mulai dari pasca tangkap, cara menggunakan es dengan baik, jumlah yang tepat sehingga mutu ikan terjaga,” kata Gerik Lumiu saat diwawancarai bhayangkaranusantara.com di Tahuna (14/10/20).

Baca Juga:  Naharia, IKISST Siapkan Sejumlah Nama Cawagub dan Cawawali

Sedangkan untuk kesiapan stock tuna segar dalam menjawab permintaan pasar export, pihaknya telah menyiapkan infrastrukturnya. “Ketika kita export yang melakukan kegiatan export adalah unit pengolahan ikan yang punya sertifikat dari pihak karantina ikan. Artinya sertifikat yang memberikan penjaminan mutu bahwa ikan yang dikirim adalah ikan yang sesuai kebutuhan mutu di negara tujuan. Kami memang sudah menyiapkan fasilitas laborato kami ini yang berstandar Internasional agar dapat menjamin ikan yang kita kirim benar benar memiliki mutu yang baik,” paparnya.

Selain itu pihak juga sudah turun lapangan untuk melakukan pembinaan kepada suplayer bagaimana cara mereka mengumpulkan ikan yang harus memperhatikan cara menjaga mutu ikan, menjaga lingkungan di sekitar harus bersih terhindar dari kontaminasi silang (ikan harus steril).

“Kita harus berikan pembinaan kepada pihak suplayer, dan kami juga akan berkolaborasi dengan dinas perikanan untuk turun lapangan memberikan pelatihan kepada suplayer agar ke depan mereka boleh menjadi pengusaha perikanan yang handal dan sukses. Adrianto – Sangihe

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0