Peringati HUT ke 75 RI, Polsek Bojong Purwakarta Gelar Lomba Poskamling dan Ketahanan Pangan | Bhayangkara Nusantara

Peringati HUT ke 75 RI, Polsek Bojong Purwakarta Gelar Lomba Poskamling dan Ketahanan Pangan

 504 total views

SISTEM Keamanan Lingkungan atau biasa disebut Siskamling, merupakan potensi pengamanan swakarsa yang berasaskan budaya dan gotong royong yang menjiwai masyarakat.

Sistem tersebut, selama ini selalu diterapkan oleh masyarakat Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat.

Kepala Desa (Kades) Bojong Timur, Dedi Junaedi saat ditemui awak media ini menyampaikan, adanya Poskamling (Pos Keamanan Lingkungan) menjadi sarana yang cukup efektif untuk menjaga keamanan lingkungan, sekaligus sarana menjalin keakraban antar warga.

“Untuk itu, dalam rangka memperingati HUT ke 75 RI di tahun 2020, Polsek Bojong Polres Purwakarta menggelar lomba penilaian Poskamling dan ketahanan pangan tingkat Kecamatan Bojong,” kata Kades Dedi.

Dalam kegiatan tersebut, kata Dedi, Polres Purwakarta membentuk tim penilai dan lomba ini diharapkan bisa memicu semangat warga untuk menjaga lingkungan dari ancaman gangguan Kamtibmas.

“Dari Polsek Bojong ini yang dikedepankan dalam kepanitiaan lomba Poskamling yang digelar di seluruh Desa se-Kecamatan Bojong,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, sebagai unsur penilai melibatkan unsur muspika dari kecamatan, puskesmas, Polsek Bojong, Koramil darangdan dan Dinas Pertanian yang diwakili BPP.

Diharapkan dengan adanya penilaian lomba Poskamling ini bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing dengan kerjasama dan rasa tanggung jawab.

Lebih jauh Kades Bojong Timur, Dedi Junaedi menerangkan, ketahanan pangan merupakan situasi dimana semua mempunyai akses, baik fisik maupun ekonomi untuk memperoleh pangan bagi seluruh anggota keluarganya, dimana rumah tangga tidak beresiko untuk mengalami kehilangan kedua akses tersebut.

Pencapaian ketahanan pangan di Indonesia terkait salah satu tujuan UUD ’45 dalam alinea keempat, yaitu mencapai kesejahteraan umum. Hal ini berarti konsep ketahanan pangan mencakup ketersediaan pangan yang memadai, stabilitas dan akses terhadap pangan-pangan utama.

Baca Juga:  Polres Lampung Tengah Lat Pra Ops Cempaka Krakatau-2021, Ini Target Operasinya...

Ketahanan pangan, lanjutnya, merupakan kondisi tersedianya pangan yang memenuhi kebutuhan setiap orang setiap saat untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif.

Makna yang terkandung dalam ketahanan pangan mencakup dimensi fisik (ketersediaan), ekonomi (daya beli), gizi (pemenuhan kebutuhan gizi individu), nilai budaya dan religius,
keamanan pangan (kesehatan), dan waktu (tersedia secara berkesinambungan). Acep – Purwakarta

Komentar Anda
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1