Penanaman Perdana Kopi Arabika Mahawu untuk Pengembangan Pariwisata di Tomohon | Bhayangkara Nusantara

Penanaman Perdana Kopi Arabika Mahawu untuk Pengembangan Pariwisata di Tomohon

 27 total views

WALIKOTA Tomohon, Caroll J. A. Senduk, SH melakukan penanaman perdana Kopi Arabika Mahawu dengan metode Agroforestry untuk pengembangan pariwisata.

Kegiatan penanaman perdana kopi Mahawu ini digelar di Tanah Misi Keuskupan Manado Jalan Mahawu, Tomohon, Sulut, Kamis (8/4/21).

Dalam kesempatan ini, Walikota Tomohon mengatakan Pemerintah Kota Tomohon menyambut baik dan memberikan apresiasi dan penghargaan kepada segenap stakeholder terutama kepada Redo Coffe yang secara aktif dan partisipatif menopang dan mendukung program-program Pemerintah Kota Tomohon dalam misi peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor dan menjadikan Tomohon sebagai Kota Wisata dunia.

Baca Juga:  Keuskupan Manado Berkati WL untuk Tugas Mengabdi Masyarakat
Baca Juga:  Hari Ini, Walikota dan Wawalkot Tomohon Sidak ke Tempat Ini

“Hal ini tentunya telah menjadi komitmen kami selaku pemerintah untuk terus berupaya mengembangkan berbagai metode dan cara yang tepat membangun Kota Tomohon dengan melibatkan para stakeholder dan seluruh komponen masyarakat yang ada, dengan demikian ini akan berimplikasi pada penyediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kota Tomohon,” papar Caroll.

Untuk itu, pelaksanaan padat karya produktif melalui penanaman perdana kopi Arabika Mahawu dengan metode agroforestry untuk pengembangan pariwsata sangat tepat dan penting karena bertujuan untuk menyediakan lapangan pekerjaan produktif dan berkelanjutan bagi para pengangguran dan setengah pengangguran.

Dengan demikian, melalui penyediaan lapangan pekerjaan yang produktif ini memberi dampak positif dalam rangka memberdayakan ekonomi masyarakat ke tingkat yang lebih sejahtera serta mendukung misi menjadikan Tomohon sebagai Kota Wisata dunia.

“Pada kesempatan ini saya mengajak kita semua lebih khusus petani dan pengusaha kopi untuk menyadari ciri khas Kota Tomohon sebagai kota yang memiliki dimensi pertanian dan kepariwisatannya yang menonjol dan sangat potensial, dimana sekitar 70 % sumber pendapatan masyarakatnya berasal dari sektor pertanian,” ungkapnya.

Hal ini kata Caroll, membuktikan pengembangan perekonomian kota ke depan tetap berada di tangan masyarakat itu sendiri. Melalui dukungan agroekosistem dan potensi lahan yang baik, maka salah satu potensi pertanian yang dapat dikembangkan oleh masyarakat Kota Tomohon adalah tanaman kopi.

Tentu yang memiliki keterkaitan lintas sektor dan membangkitkan multiplier effect yang signifikan bagi tumbuhnya mata rantai usaha, menciptakan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, pelestarian lingkungan hidup dan kepariwisataan

Sementara Wakil Walikota Wenny Lumentut, SE (WL) menambahkan, Pemerintah Kota Tomohon sangat mensupport program di bidang pariwisata dan pertanian. Untuk itu, Wawali WL menantang pengelola dengan memberi reward apabila benar lahan umat ini ditanami 12 ribu pohon kopi.

“Saya akan datang lihat langsung tanggal 8 April 2022 dan jangan lupa saat sudah menghasilkan, harus diberi nama Kopi Mahawu. Jangan lagi tanam di Tomohon, tapi brand-nya bukan Tomohon. Ingat itu!!!” pesannya.

Harapan pemerintah, kiranya perhatian dan dukungan yang diberikan baik dari pihak pemerintah maupun pengusaha dapat dikelola dengan baik dan maksimal oleh para petani, sehingga dapat memberikan
manfaat besar bagi peningkatan kesejahteraan para petani maupun kepada seluruh masyarakat Kota Tomohon.

Mengakhiri sambutannya, WL mengutip sebuah pantun “Jika Anda kelelahan dan bimbang mengambil keputusan. Jangan dulu melangkah. Minumlah dulu secangkir kopi, baru buat keputusan.”

Sementara Uskup Keuskupan Manado Yang Mulia Mgr. Benedictus E.R. Untu, M.Sc yang hadir dalam kegiatan mengatakan, kiranya lahan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh umat sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian umat di paroki ini, tanah misi seluas 12 hektar ini merupakan aset Keuskupan Manado sudah sejak tahun 1929.

Hadir juga mewakili Gubernur Provinsi Sulut Olly Dondokambey, SE Kadis Kehutanan Daerah Provinsi Sulut Rainer Dondokambey, S.Hut, Kadis Pertanian dan Perikanan Daerah Kota Tomohon Steven Waworuntu, SSTP, Pastores, Umat Katolik Stasi Rurukan Paroki Roh Kudus Tomohon, serta Founder Redo Coffe Ril Ogi. Bert – Tomohon

Komentar Anda
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0