Pelabuhan laut rusak berat dan tak berfungsi,warga Pulau Lipaeng Tuntut Perhatian Kemenhub RI.

Bhayangkara Nusantara

Bhayangkara Nusantara

Warga Pulau Lipaeng Kecamatan Kendahe, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara merasa terisolir sejak pelabuhan laut yang ada di pulau itu rusak berat tak berfungsi dan sampai saat ini belum ada perhatian dari pihak pemerintah.

Bhayangkara Nusantara Bhayangkara Nusantara

Secara geografis Pulau Lipaeng merupakan salah satu Pulau paling depan di perbatasan utara, Indonesia- Philipina.
Sebagai daerah kepulauan, Pulau Lipang sangat tergantung pada transportasi laut dari dan menuju ibu kota kabupaten yaitu kota Tahuna sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian.
Sehingga fasilitas pendukung transportasi laut sangat dibutuhkan oleh warga Pulau Lipang sebagai penggerak ekonomi warga.

Pelabuhan laut merupakan fasiltas yang sangat vital bagi warga Pulau Lipang, baik sebagai transportasi orang ( penumpang) maupun juga lalu- lintas barang terutama sembako untuk kebutuhan hidup sehari-hari warga pulau tersebut.

Kini, Warga Pulau Lipang menuntut perhatian dari pemerintah pusat dalam hal ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Salah satu tuntutan warga Pulau Lipang adalah pembangunan kembali Pelabuhan Laut yang sudah roboh dan memprihatinkan serta tidak dapat difungsikan lagi.
Rusaknya Pelabuhan Laut Pulau Lipang, sangat mengganggu, bahkan membahayakan warga masyarakat setempat.

“Kami ini garda terdepan dan wajah NKRI, tapi luput dari perhatian pemerintah pusat,” kata Corneles bersama sejumlah warga setempat saat ditemui wartawan pada Sabtu (01/7-23)

“Kami menuntut Kemenhub agar segera membangun pelabuhan yang sudah roboh dan memprihatinkan bahkan membahayakan aktifitas warga,” tegasnya pada wartawan.
Ia pun mempertanyakan komitmen pemerintah pusat membangun dari pinggiran, apakah kami tidak masuk dalam rencana prioritas pembangunan?

“Mana janji pemerintah memperhatikan Kami yang ada diperbatasan, pelabuhan roboh saja tidak dibangun,” katanya, sambil berharap semoga dalam waktu dekat ada perhatian dari pemerintah pusat melalui kementerian perhubungan.

Baca Juga:  Warga Desak Kejari Minut Usut Oknum Kades Tontalete Rok Rok

Dari data yang ada di pemerintah daerah kabupaten kepulauan Sangihe, jumlah Penduduk yang hidup di pulau Lipaeng sebanyak 107 kepala keluarga atau sejumlah 370 Jiwa
Pulau Lipang secara geografis berada di 354’29.51” Lintang Utara dan 12523’03.00” Bujur Timur. Sebagian besar penduduk Pulau Lipang memiliki mata pencaharian sebagai nelayan tradisional.
Sementara untuk pasokan sembako , warga di kepulauan ini hanya mengandalkan transportasi laut dengan jarak yang jauh menuju ibukota kabupaten kepulauan Sangihe yang ada di kota Tahuna .

Adrianto Sangihe

Komentar Anda